Menyetubuhi Gadis di Bawah Umur, 2 Pemuda di Tangkap Polisi

0
206

Magelang Berita TKP-Com  PPA Reskrim Polres Magelang telah mengamankan dan memproses hukum dua (2) Pelaku Cabul dan Persetubuhan di bawah umur. Keduanya dihadirkan dalam acara Press Release yang disampaikan oleh Waka Polres Magelang Polda Jateng di Mapolres Magelang, Selasa siang (15/1).Untuk kasus pencabulan ini terjadi di wilayah Desa Jomboran Kecamatan Muntilan pada Desember 2018 lalu. Namun kasus terungkap pada 9 Januari 2019 disaat HP korban sebut saja mawar, di razia pihak sekolah karena isinya berisi konten pornografi.

“Dari hasil sidak HP tersebut, Guru sekolahan korban melaporkan ke orang tuanya, selanjutnya korban ditanya oleh orang tuanya dan mengaku bahwa sudah tiga kali dicabuli oleh tersangka,” ungkap Waka Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto.’Korban (Mawar) gadis 14 tahun merupakan pelajar salah satu sekolah negeri di Muntilan ini dicabuli oleh seorang pemuda dengan inisial MR (30) warga Desa Keji Kecamatan Muntilan.

“Modus pelaku ini mengajak korban gowes dengan sepeda dan saat hujan keduanya berteduh dan terjadilah pencabulan. Kemudian berlanjut ketika korban main ke rumah pelaku, dan di rumah pelaku juga pencabulan dilakukan oleh pelaku,” imbuhnya.’Berkat pengakuan korban kepada orang tuanya terungkapnya perbuatan bejat dan selanjutnya dilaporkan ke Polres Magelang.

“Kini pelaku harus mendekap di tahanan Polres Magelang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan tuntutan kasus cabul di bawah umur,” tambahnya.

Sedangkan kasus persetubuhan di bawah umur yang mengakibatkan korban sebut saja (Melati) gadis 14 tahun ini hamil tujuh bulan.“Kejadian ini terjadi pada 9 Januari 2019 kemarin di Desa Srumbung Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang,” papar Eko.

Pelaku merupakan tetangga korban yakni BA (32) yang menyetubuhi korban dengan modus bujuk rayu ungkapan sayang dan dijanjikan akan dinikahi sehingga korban mau di setubuhi.

“Ini dari pengakuan pelaku proses persetubuhan sudah sejak lama, dan sudah dilakukan sebanyak 10 kali lebih sehingga korban (melati) ini hamil tujuh bulan” jelasnya.Karena orang tua korban melaporkan hal ini ke pihak berwajib, maka pelaku ini harus di proses secara hukum dan mendekap di tahanan Polres Magelang.

“Dalam pengamanan kedua pelaku ini, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban dan keterangan saksi korban,” paparnya.Kedua pelaku ini terancam dengan pasal 82 UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak JO UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Saya himbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak untuk lebih memperhatikan pergaulan mereka, dan yang terpenting dengan semakin canggihnya teknologi saat ini seperti handphone maka orang tua juga wajib memperhatikan konten-konten yang ada di dalamnya,” tegas Waka Polres Magelang. (Red)