Mojokerto Berita TKP-Com Rumah milik Gatot Sutriyo (40) warga Lingkungan Meri RT 2 RW 1, Kranggan, Kota Mojokerto disatroni maling, Minggu (14/4/2019. Pelaku berhasil menggasak satu buah laptop dan dua ponsel saat ditinggal pemilik rumah ke pasar untuk berbelanja.
Keponakan korban, Erfan Fauzi (32), ponakan Gatot mengatakan, saat maling masuk rumah Gatot dan istrinya pergi ke Pasar sekira pukul 03.00 WIB. “Setengah jam kemudian, paman pulang tapi rumah sudah disatroni maling. Bawa laptop dan dua ponsel,” ungkapnya.
Masih kata Fauzi, awalnya korban tak tahu jika rumahnya baru saja disatroni maling meski pintu belakang terbuka lebar karena korban mengira ibunya sudah bangun dan membuka pintu belakang. Korban baru sadar setelah melihat ibu dan dua anaknya masih terlelap di kamar.
“Om kemudian membuka pintu lemari dalam keadaan terbuka dan berantakan dan melihat tas yang berisi laptop dan ponsel yang diletakkan di samping televisi tidak ada. Tak hanya itu, ponsel anak pertamanya yang diletakkan di atas kasur juga tidak ada,” terangnya.
Fauzi menduga, maling masuk rumah dengan cara membuat kunci slot pintu belakang.. Pelaku diduga memasukkan tangan di sela-sela jendela untuk membuka kunci slot pintu. Pelaku masuk dan mengambil barang-barang dengan cepat dan tak diketahui ibu dan dua anak korban.
“Posisi pintu belakang hanya dikunci slot saja, mungkin pelaku membuka kunci slot melalui jendela karena kondisi jendela terbuka. Biasanya, nenek kalau membuka pintu slot juga melalui jendela. Kalau dari keterangan polisi, pelaku diduga dari orang-orang terdekat,” ujarnya.
Karena pelaku sudah mengetahui cara membuka pintu slot yang biasa dilakukan ibu korban. Tak lama pihak kepolisian dari Polres Mojokerto Kota melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah korban melapor terkait aksi tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka belum bisa memastikan terkait keterlibatan orang dekat. “Semua kemungkinan bisa terjadi, kami belum bisa memastikan ada keterlibatan orang terdekat. Kami masih melakukan penyelidikan,” tandasnya.(red)