Kasus Dugaan Ijazah Palsu Mandeg, Warga Nganjuk Tuding Polres Tak Serius

0
102

Nganjuk Berita TKP – Com Hari Hartono (41) pria warga dusun sendanggogor Desa Nfepung Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan kasus yang terjadi di Desanya

Laporan polisi yang dibuat satu bulan lalu di SPKT Polres Nganjuk, atau tepatnya pada hari jumat (1/3/2019) itu dianggap hari hartoyo jalan ditempat.

Kasus dugaan ijazah palsu nomor STTLP/15/1II/2019/Jatim/Polres Nganjuk dengan terlapor Supriono selaku perangkat desa Jogoboyo Desa Ngepung Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk ini, terkait tindak pidana pemalsuan ijazah.

“Saya laporkan Supriono selaku Jogoboyo Desa Ngepung karena ijazah paket B yang digunakan sebagai syarat pencalonan saat pemilihan perangkat Desa Jogoboyo palsu,” aku Hari Hartoyo kepada wartawan

Dan hingga saat ini, belum menemui titik terang. Meskipun sudah dilakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk menjalani pemeriksaan.

“Saya sudah di BAP Polres Nganjuk, termasuk Supriono juga sudah dilakukan pemanggilan. Setelah pemanggilan itu, kasus ini terkesan mandeg (berhenti),” terangnya.

Beberapa bukti ditunjukkan kepada media ini, diantaranya foto copy ijazah terlapor yang diduga dipalsukan dan daftar induk Supriono oleh dinas terkait.

“Ijazah paket B (milik terlapor) tidak sesuai dengan foto yang bersangkutan. Selain dari foto, tanggal lahir di ijazah tidak sama dengan Dinas terkait yang dikeluarkan Disdik Kabupaten Blitar tahun 2006. Yang tertulis tanggal lahir 05 agustus 2006 Berarti ada dugaan memanipulasi data syarat ujian perangkat,” bebernya.

Bahkan kata dia, Iptu Totok selaku Kanit yang menangani kasus ini menyampaikan masih dalam penyidikan dan akan segera di gelar,” sambunnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kanitpidum Polres Nganjuk Iptu totok saat dikonfirmasi awak media mengaku dirinya belum mengetahui secara jelas kasus tersebut. Ia pun meminta waktu untuk mendalaminya.

“Mungkin sedang proses penyelidikan, jadi saya minta waktu untuk mendalami kasusnya seperti apa,” kata totok

Untuk mengungkap kasus pemalsuan ijazah, dikatakan Totok, dirinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait selaku penerbit ijazah.

“Lalu, akan kita uji labfor pada tanda tangan, foto dan cap tiga jari. Nanti pasti akan diketahui keabsahannya,” jelasnya

Totok berjanji akan mengungkap kasus tersebut dengan prinsip kebenaran agar tercipta rasa keadilan ditengah-tengah masyarakat.

“Nanti akan saya sampaikan kalau benar pasti saya katakan benar, kalau salah akan saya katakan salah,” pungkasnya.(kusno)