Munculnya Massa Hitam-hitam di Hari Buruh, Polri Lakukan Penyelidikan

0
116

Jakarta Berita TKP-Com Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan aksi buruh saat May Day 2019 diwarnai kemunculan kelompok berbaju hitam-hitam ‘anarcho-syndicalism’. Polri saat ini sedang menyelidiki aktor intelektual yang menggerakkan kelompok ini.

“Sedang kita lakukan penyelidikan. Sampai saat ini kami terus melakukan penyelidikan terhadap kelompok ini, siapa di belakangnya, siapa yang mendanai,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Iqbal menyebutkan ada 150 orang terkait kelompok anarcho-syndicalism yang ditangkap di Kota Bandung. Selain itu, polisi mengamankan puluhan orang di kota lain. Sedang diselidiki motif munculnya kelompok ini.
“Dan ini akan kami selidiki apa sebenarnya motif dan konsep dan siapa yang di belakang ini. Kita akan melakukan penyelidikan terhadap kelompok ini. Tetapi kalau sudah ada penyelidikan dan tak ada bukti-bukti perbuatan melanggar hukum, akan kami bina. Karena mayoritas ini adalah anak-anak kita, masih muda, tampangnya juga bersih-bersih,” terang Iqbal.

Iqbal menegaskan kehadiran kelompok ini tidak boleh dibiarkan karena bertentangan pemerintah sudah menetapkan aturan di bidang ketenagakerjaan.

“Ada Undang-Undang Ketenagakerjaan, bahkan ada departemen yang mengatur itu. Nah ini nggak boleh mereka masuk. Polri yang bertugas melakukan pemeliharaan kamtibmas, melakukan penegakan hukum, wajib melakukan upaya paksa kepolisian bila terbukti mereka melawan hukum,” tegas mantan Wakapolda Jawa Timur ini.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pemuda diamankan polisi di Bandung lantaran dianggap mengganggu jalannya May Day. Kelompok berbaju hitam-hitam itu melakukan aksi vandalisme. Kehadiran mereka sempat dibubarkan polisi. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Para pemuda yang diamankan langsung digiring ke Mapolrestabes Bandung. Rambut mereka digunduli.

Di Surabaya, muncul pula massa berpenampilan hitam-hitam. Ulah mereka juga sama, bikin rusuh. Tanpa banyak bicara, massa berpakaian hitam-hitam ini langsung melakukan aksi duduk di depan Gedung Negara Grahadi tempat massa buruh merayakan May Day, Selasa (1/5).

Di Makassar, massa berpakaian hitam-hitam juga beraksi. Kata juru parkir di wilayah Panakkukang, 20 orang berpakaian hitam merusak spanduk reklame, mencoret dinding, dan melempar batu serta balok. Mereka juga melontarkan kata-kata makian.(red)