September, DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Pimpinan KPK

Jakarta Berita TKP-Com Ketua DPR Bambang Soesatyo mengemukakan pihaknya berencana menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada September 2019. Hal itu terkait akan berakhirnya masa penugasan Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK ada 4 Juli mendatang.

“September dimulai dan kita ambil putusan sebelum kita berakhir. Mereka akan dilantik sebagaimana periode yang lalu pada bulan Desember oleh presiden yang baru yang akan diumumkan tanggal 28 Pikiran saya Pak Jokowi,” ujarnya di Kompleks MPR / DPR, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan pelaksanaan penugasan uji kelayakan para calon pimpinan KPK sudah disetujui Komisi III DPR.Meski uji kelayakan digelar September, Bambang menerangkan para calon pimpinan KPK yang terpilih akan tetap dilantik pada Desember 2019.

Ujar Bambang, pimpinan KPK saat ini atau periode masa depan 2015-2019 akan berakhir pada Desember mendatang.

“Jadi bukan berarti jika  tes bugar dan tepat sekarang akan diganti sekarang. Enggak mendiskon periodisasi kepemimpinan KPK yang hari ini berjalan sampai Desember. Baru kemudian dilantik di Istana Negara oleh presiden,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bambang membantah pihaknya tak percaya pada anggota DPR pada periode selanjutnya yang akan dilantik pada Oktober 2019 untuk menggelar uji kelayakan capim KPK.

Ia menyatakan uji kelayakan tersebut harus segera digelar mengingat terbatasnya masa penugasan Pansel Capim KPK yang akan segera berakhir.

“Bukan, ya ini sudah biasa terjadi. Kan, penugasan pansel terbatas, akan berakhir segera. Akan selesai tanggal 4, lalu kami menunggu 10 nama yang sesuai pansel terbaik, kita pilih 5. Bukan soal percaya atau tidak percaya,” tandas Bambang.

Sebelumnya, anggota Pansel KPK Hendardi mengumumkan hingga 20 Juni 2019 lalu sudah ada 20 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi sejak dibuka pada Senin, 17 Juni lalu.

“Jumlah pendaftar 17-20 Juni 2019 sebanyak 20 orang,” imbuh anggota Pansel KPK, Hendardi.(red)