Denyut Nadi Tak Beraturan? Jangan Sepelekan Hal Tersebut

0
14

Jakarta Berita TKP-Com Masalah jantung masih menjadi penyakit dengan beban terbesar bagi masyarakat Indonesia. Terlebih lagi dari kita yang kadang-kadang tidak dianggap sebagai kelainan pada saat yang sulit dihilangkan. Di antara kasus penyakit jantung yang paling sering dialami oleh penduduk adalah denyut nadi tak beraturan atau kelainan irama jantung yang disebut fibrilasi atrium (FA) dan berkembang sekitar 2,2 juta penduduk Indonesia yang mengidap penyakit tersebut. 

Spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, dr dr Yoga Yuniadi, SpJP (K) mengatakan kelainan irama jantung ditandai dengan denyut jantung tidak teratur baik cepat atau lambat. Detakan yang tidak beraturan ini bisa membentuk gumpalan darah di serambi jantung.

“Saat gumpalan terlepas maka akan tersangkut di kapal otak yang menyebabkan stroke dan gagal jantung,” tuturnya, Rabu (26/6/2019).

dr Yoga menambahkan FA bukan hanya iregularitas irama tetapi juga satu kelainan yang bisa menyebabkan stroke. Bahkan stroke meningkat 500 persen pada pasien FA. 

Untuk gejala, biasanya pengidap FA jika melakukan aktivitas berat sedikit saja langsung kemudahan mudah lelah. “Yang paling banyak sesak napas dan berdebar,” tambahnya.

Karena pengetahuan dan kepedulian masyarakat menganai FA masih tergolong rendah, tingkat kejadian penyakit ini cukup tinggi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan Meraba Nadi Sendiri (MENARI). 

“MENARI mudah dilakukan dan bisa kapan saja jadi tidak ada aturan tertentu. Meraba nadi dilakukan dengan 3 jari, jika ada yang membantah tidak ada peraturan yang mengatur periksakan ke puskesmas untuk cek EKG,” pungkasnya.(red)