Sikap Dishub Jatim, Terkait Maraknya Pelabuhan “Tikus”

0
71

Surabaya Berita TKP-Com Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim tidak akan tinggal diam melihat beberapa pelabuhan ‘tikus’ atau pelabuhan tidak resmi masih beroperasi. Pihaknya melakukan berbagai upaya agar masyarakat menggunakan jalur penyeberangan melalui pelabuhan resmi.

Sebelumnya kapal motor Arim Jaya tenggelam di Perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, Sumenep, Madura. Diduga kapal tenggelam karena tidak memenuhi standar. Yakni kapal barang yang dipakai mengangkut penumpang.

Sementara pelabuhan yang digunakan merupakan pelabuhan tikus yang lolos dari pengawasan pemerintah. Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin mengakui memang masih banyak pelabuhan tikus di Jatim.

“Kita belum pernah melakukan evaluasi untuk mencari tahu berapa pelabuhan-pelabuhan tikus yang tidak resmi yang tidak melalui pengawasan. Jadi di sepanjang garis pantai itu sangat memungkinkan ada permufakatan ilegal, itu tergantung dari sekelompok orang-orang yang mempunyai keinginan untuk melakukan penyeberangan antar wilayah di pulau itu,” tutur Fattah di Surabaya, Kamis (27/6/2019).

Namun kedepannya, Fattah menegaskan akan melakukan kesepakatan hingga di unit terkecil untuk senantiasa melakukan pengawasan. Hal ini untuk menghindari kejadian tenggelamnya kapal terulang lagi.

“Sehingga ke depan barangkali perlu ada kesepakatan, peran pemerintah tak bisa setiap saat berada di tempat karena wilayahnya yang sangat luas,” ujar Fattah.

“Jadi daerah itu hanya mengawasi gerakan-gerakan masyarakatnya yang melakukan kegiatan transportasi. Saya kira Kemarin saya sampaikan kepada Pak Dirjen laut harusnya kerja sama dari seluruh masyarakat mulai dari camat soal komunikasi kecamatan, desa dan tokoh masyarakat yang bisa menjaga masyarakat dengan menggunakan kapal ilegal dan pelabuhan ilegal,” pungkasnya.(red)