Warga Madura, Kedapatan Bawa 2 Tas Isi Sabu dari Malaysia

Surabaya Berita TKP-Com Penumpang pesawat Air Asia QZ 331 rute Kuala Lumpur-Surabaya ditangkap petugas Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. Penumpang bernama Molyono (55) ketahuan membawa sabu seberat 815 gram.

Molyono yang merupakan warga Sampang Madura itu ditangkap di Terminal 2 pada Minggu (16/6) sekitar pukul 22.40 WIB. Untuk mengelabui petugas bandara, ia memasukkan sabu ke dalam tas. Barang terlarang itu ia taruh di sela-sela lipatan baju.

“Yang bersangkutan hanya membawa 2 buah tas jinjing yang besarnya hampir sama. Kemudian tas tersebut diperiksa menggunakan mesin X-ray dan terlihat sesuatu yang disembunyikan di sela-sela lipatan baju,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto, Kamis (27/6/2019).

Budi menambahkan, selanjutnya petugas Bea Cukai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan salah satu tas jinjing yang dicurigai. Pada saat tas dibuka isinya hanya baju. Namun petugas membuka setiap lipatan baju yang ada di dalam tas tersebut dan menemukan 2 bungkus kristal putih. Bungkusan tersebut ternyata sabu.

“Setelah dua tas milik pelaku dibuka oleh petugas, salah satu tas kedapatan ada dua bungkus yang disimpan di lipatan baju,” tambah Budi.

Sedangkan pada tas jinjing satunya, petugas tidak menemukan barang terlarang. Kemudian petugas membawa pelaku dan seluruh barang bawaannya ke dalam ruang pemeriksaan untuk diselidiki lebih dalam. Pada saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan akhirnya mengaku bahwa benda tersebut merupakan titipan dari temannya yang berada di Malaysia.

“Pelaku mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan titipan dari temannya. Dan dia mendapatkan imbalan sebesar Rp 20 juta bila berhasil lolos,” lanjut Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, ternyata pelaku juga seorang pengguna narkoba. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa ia positif mengkonsumsi methamphetamine.

Molyono mengaku mengkonsumsi sabu sebelum berangkat ke bandara Kuala Lumpur dan terbang ke Surabaya. Itu dilakukan agar percaya dirinya meningkat saat membawa barang terlarang tersebut dan saat menghadapi petugas.

“Pelaku akan di jerat dengan pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” tandas Budi.(red)