Penawaran Obligasi Ritel SBR-007 Bunga 7,5 Persen dari Pemerintah

0
52

Jakarta Berita TKP-Com Pemerintah kembali menawarkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) dalam bentuk Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007. Surat utang tersebut ditawarkan untuk jangka waktu dua tahun dengan tingkat kupon atau bunga mengambang.

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, SBR007 akan memasuki masa penawaran pada 11 Juli hingga 25 Juli 2019. Penawaran dilakukan kepada investor individu secara online (e-SBN).

SBR007 adalah obligasi negara tanpa warkat, tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, serta tidak dapat dicairkan hingga jatuh tempo kecuali pada masa pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption).

Surat utang ritel ini jatuh tempo pada 10 Juli 2021 dengan tingkat kupon mengambang mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ditambah spreadtetap sebesar 150 bps (1,5 persen). Adapun tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama (31 Juli-10 Oktober 2019) adalah sebesar 7,5 persen. 

“Tingkat kupon sebesar 7,5 persen juga berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan tingkat kupon minimal tidak berubah hingga jatuh tempo,” jelas DJPPR, dikutip Rabu (10/7/2019).

Investor yang berminat dapat melakukan pemesanan minimal sebesar Rp1 juta dan maksimal sebesar Rp3 miliar. Pembayaran kupon akan dilakukan pada setiap tanggal 10 dengan pembayaran kupon pertama kali pada 10 September 2019. 

Sementara periode pengajuan early redemption dibuka pada 27 Juli hingga 4 Agustus 2020 dengan nilai maksimal sebesar 50 persen dari transaksi pembelian. 

Saat ini, SBR007 dapat dibeli melalui 20 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

Mitra-mitra distribusi tersebut, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank DBS Indonesia, dan dan PT Bank HSBC Indonesia. 

Kemudian PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Captile (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Lalu PT Investree Radhika Jaka (Investree) dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).(red)