Antisipasi Kekeringan, Gubernur Jatim Siapkan Opsi Pembuatan Sumur Bor dan Pipanisasi

0
37

Bondowoso Berita TKP-Com Gubernur Jatim Dra Hj. Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan air bersih di Desa Gayam Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso, Kamis (11/7/2019).

Selain bantuan air bersih, gubernur juga menyuplai 120 jerigen, 120 sembako, tandon air yang jumlahnya 30 buah. Tandon-tandon tersebut disebarkan pada sembilan kecamatan. Adapun di desa Gayam diberikan bantuan dua tandon air.

Khofifah menjelaskan, bantuan air bersih diberikan sebagai bentuk antisipasi kemarau panjang yang akan terjadi. “Sebagaimana disampaikan BMKG, bahwa puncak kemarau musim ini akan terjadi sekitar bulan Agustus,” katanya.

Menurutnya, ada 24 kabupaten yang mengalami kekeringan di Jawa Timur. Dengan rincian ada 180 desa. “Menurut BMKG, puncak kemarau nanti di bulan Agustus. Jadi bulan Juli ini masing-masing melakukan antisipasi,” pungkasnya.

Diakuinya juga, bantuan tandon air yang diberikan ke Bondowoso tak bisa bersifat permanen. Maka opsi menyiapkan sumur bor itu adalah opsi strategis. “Apalagi di dusun Gayam saat musim hujan pun problem air bersih ternyata juga masalah,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Bupati Salwa Arifin bahwa setiap musim kemarau di desa Gayam selalu kekurangan air. Oleh karenanya, pihaknya mengharapkan agar Pemprov bisa memfasilitasi pembuatan sumur bor di wilayah timur Bondowoso itu. “Bahkan masyarakat masih meminta Bu. Untuk menanggulangi tentang rawan air bersih ini, masyarakat ini butuh sumur bor,” pinta bupati.

Sebelum memberikan bantuan air bersih di Desa Gayam Kecamatan Botolinggo Bondowoso, Gubernur Jatim juga menghadiri sebuah acara di Banyuwangi.(red)