Ekspor Bawang Merah dan Jahe, Jadi Fokus Kementan Genjot Devisa

0
49

Surabaya Berita TKP-Com Kementerian Pertanian melepas ekspor bawang merah ke Singapura, Malaysia, Fililina dan Thailand sebanyak 1.000 ton dan ekspor jahe Gajah Bangladesh sebanyak 500 ton di Surabaya, Selasa (16/7/2019).

Suwandi, Direktur Jenderal Hortikultura mengatakan ekspor ini merupakan salah satu bukti nyata kebijakan Mentan Amran terus menyetujui mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sejak tahun 2015 agar fokus meningkatkan produksi di daerah sentra dan menambah kawasan pertanian, khususnya di luar Pulau Jawa dan wilayah perbatasan. Ekspor dan investasi harus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan masyarakat semakin sejahtera,” demikian disampaikan Suwandi pada pelepasan ekspor bawang merah dan jahe.

Suwandi mengutip data BPS, sejak 2016 Indonesia menutup total impor merah dan cabai segar. Sebelumnya tahun 2014 masih penting bawang merah sebanyak 74,903 ton dan selanjutnya tahun 2015 impor menurun drastis menjadi 17,428 ton.

“Namun demikian, pada tahun 2017, Indonesia berhasil membalikkan keadaan dengan memulai meluncurkan negara merah mencapai 7,750 ton. Angka ini naik 93,5 persen dibandingkan pada 2016, yang ada di angka 736 ton, ”sebutnya.

“Dan produksi bawang merah nasional tahun 2018 mencapai 1,5 juta ton atau naik 2,04% dari tahun 2017 yang hanya 1,47 juta ton,” pintanya.

Kemudian ekspor jahe pada Januari hingga Mei 2018 sebanyak 1.400 ton dan pada Januari hingga Mei 2019 naik menjadi 1,543 ton atau naik 10,2%. Patut menjadi catatan juga adalah hasil ekspor sayuran, yaitu pada periode Januari-Mei 2018 hanya 24,997 ton, namun periode Januari-Mei 2019 naik 33,3% atau menjadi 33,331 ton.

“Selama Bapak Mentan Amran, kami sudah menambah bawang merah ke 11 negara dan jahe ke 26 negara. Seperti 11 negara tujuan ekspor bawang merah adalah Jepang, Hongkong, Taiwan, Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Inggris, Belanda, ”beber Suwandi.

“Sementara 26 negara tujuan ekspor jahitan Jepang, Hongkong, Korea, Taiwan, Cina, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, India, Bangladesh, Irak, Iran, UEA, Qatar, Australia, Timor Leste, AS, Inggris, Belanda, Prancis , Jerman, Belgia, Swiss, Ceko dan Serbia,” sambungnya.

Perwakilan dari PT. Sian Liep Bumi Persada dan CV. Bawang Mas 99 selaku ekspor, Aman Buana Putra mengatakan ekspor 1.000 ton bawang merah ke Singapura, Filipina, Malaysia dan Thailand ini merupakan bukti nyata produksi bawang merah yang dihasilkan petani surplus. Tahun-tahun sebelumnya yaitu 2017 dan 2018, CV. Bawang Mas 99 telah menambah 1.000 hingga 2.000 ton bawang merah per tahun ke beberapa negara tetangga yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

“Bawang merah yang kami ekspor ini menghasilkan petani. Bawang merah ini dihasilkan petani dari Probolinggo dan Bima Nusa Tenggara Barat. Jahe pun menghasilkan petani di Ponorogo dan Probolinggo. Kami membeli dengan harga yang menguntungkan petani, ” ujar Aman.

“Kami optimis, ke depan volume ekspor bawang dan jahe semakin meningkat. Sebab Kementan di era Pak Mentan Amran fokus menambah sentra produksi dan petani semakin bersemangat karena perhatian Kementan sangat tinggi, baik bantuan benih maupun alat mesin pertanian, ”imbuhnya.

Jahe termasuk prioritas hortikultura bernilai ekonomi cukup tinggi sebab memiliki banyak manfaat. Mulai dari bahan baku pembuatan minuman penghangat, bumbu dapur, penambah rasa atau penyedap makanan hingga bahan baku herbal.

Khusus jahe, lanjut Aman, luas lahan yang ditanami jahe selalu menunjukkan peningkatan sesuai minat para petani yang semakin tinggi karena lebih menguntungkan. Sebagian besar budidaya jahe ditanam dengan sistem tumpangsari. Peluang untuk ekspor masih terbuka luas, permintaan jahe saat ini diharapkan berdatangan dari berbagai negara. Diantaranya Cina, Bangladesh, Pakistan, Belanda dan Brunei Darussalam.

“Pembeli luar negeri lebih tertarik jahe dari Indonesia bila dibandingkan jahe dari Vietnam dan Thailand. Ini mengandung kandungan minyak atsiri, pati dan serat jahe Indonesia lebih baik,” pungkas Aman.(red)