Berawal dari Facebook, Gadis 11 Tahun Diperkosa 6 Remaja

Malang Berita TKP-Com Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang menangkap 6 tersangka kasus dugaan asusila kepada sebut saja Melati yang merupakan bocah perempuan berusia 11 tahun, Rabu (17/7/2019).

Enam tersangka yang ditangkap tersebut adalah, RF (18), AZ (22), AA (17)  SW (18), EM, (16), dan MA, (16). Kesemuanya merupakan warga Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Penasaran ingin ketemu, akhirnya tersangka RF dan AZ menjemput korban di rumah korban yang tak jauh dari kediamannya. Usai dijemput, korban diajak keduanya ke salah satu warung di Dusun Kunci. Di sanalah empat tersangka lain yakni AA, SW dan EM sudah terlebih dahulu nongkrong.

Usai berbincang dengan korban. RF memberanikan diri untuk mengajak korban ke rumahnya. Di dalam rumah itulah, tersangka RF mengajak paksa korban berhubungan badan.

Lagi-lagi korban diajak berbuat dosa, SW yang sudah menunggu korban ingin mencabuli korban di sebuah kebun di dekat warung. Pada malam harinya, korban diajak ke rumah AA. Di sana, EM dan MA ingin menyentuh bagian tertentu dari tubuh korban.

“Perbuatan asusila tersebut dilakukan secara bergiliran. Tidak hanya satu TKP, tetapi dilakukan di tiga TKP berbeda. Saat dicabuli, korban dalam kondisi sadar. Tapi karena korban ini lugu yang masih anak-anak itulah, sehingga saat dicabuli tidak berontak,” beber Yulistiana.

Di sisi lain, para tersangka hanya bisa tertunduk malu dihadapan para penyidik atas perbuatannya. RF salah satu tersangka mengungkapkan, dirinya melakukan perbuatan tak senonoh hanya karena dasar perasaan suka sama suka.

“Saya mengantarkannya sampai di jalan dekat rumahnya. Hanya sekali menyetubuhi, karena suka sama suka,” beber RF.

Sementara tersangka lain terlihat menangis tersesal atas perbuatannya di depan penyidik. Mereka mengungkapkan bahwa hanya ikut-ikutan saja tanpa pikir panjang.

“Saya hanya ikut-ikutan. Memegang dan menciumnya. Tidak ikut melakukan persetubuhan,” beber tersangka MA dan EM.(red)