Penangkapan Anggota BIN Gadungan di Sidoarjo

Sidoarjo Berita-TKP.Com Satuan Satintel Gabungan Polres, Kodim 0816/Sidoarjo dan Posda Sidoarjo berhasil meringkus Sunarto (43) anggota BIN gadungan. Azis menyampaikan bahwa ada anggota BIN yang bisa membantu untuk merekrut menjadi anggota BIN dengan membayar sebesar Rp.85.000.000, pada 19.00 WIB (21/7/2019).

Keterangan yang diporoleh, bahwa dalam proses masuk menjadi anggota BIN peserta harus membayar sebesar Rp. 85.000.000,-. Setelah pembayaran lunas peserta tinggal menunggu kaporlap yang dikirim oleh  Drs.H.Imam Dofir, SE alias bambang (Ketua Divisi II BIN) kepada peserta.

Barang bukti yang diberikan kepada peserta diduga palsu terdiri dari ID card/Lencana BIN, Surat Perintah Tugas Khusus, 1 buah Kartu Ijin pemegang senjata api, 1 buah KTA BIN palsu.

Sunarto sudah 4 kali bertemu dengan Drs.H.Imam Dofir, SE pertemuan pertama kedua di Hotel Melati di Solo bersama Hernowo warga Kediri dan pertemuan ketiga dan keempat di warung kopi tempat pemberhentian bus Bandar Kedunfmulyo Jombang .

Motivasi Sunarto menjadi anggota BIN karena dapat gaji dobel dari BIN dan perusahaan swasta dan dijanjikan menjadi PNS. Saat bergabung Sunarto diminta dana Rp. 50.000.000,- dicicil seberapa kali dengan jumlah total kurang lebih Rp. 60.000.000,-

Sunarto bekerja sebagai mandor/pengawas proyek milik Hernowo yang berada di Kediri, sebelumnya bekerja sebagai sopir agen Aqua beralamat di Desa Betro Kec. Sedati Kab. Sidoarjo.Sunarto mengaku pada bulan September 2019  dijanjikan Drs. H. Imam Dofir, SE Bambang untuk mengikuti pendidikan di Malang/Madiun.

Anggota BIN gadungan yang bernama Sunarto dari Sugihawaras Kec.Candi Kab.Sidoarjo ditangkap oleh polres Sidoarjo. Dilaksanakan Pengembangan terhadap Sunarto dan pelaku Drs.H. Imam Dofir, SE yang berada di Solo pada pukul 17.45 WIB.

Pukul 20.00 WIB Sunarto komunikasi dengan Bambang agar meluncur ke Sidoarjo  Bambang diamankan di sidoarjo setelah pengintaian porsonel intel dan dibawa menuju satreskrim polresta Sidoarjo, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan oleh personel Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Barang bukti yang diamankan 1 Pucuk pistol air soft gun jenis revolver, 1 buah KTP Drs. H. Imam Dofir, SE, 2 buah SIM (B1 & C) Palsu Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc, 2 buah KTP palsu Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc, 1 buah KTP an. Bambang Tri Handoko, 1 buah kartu ijin pemegang senjata api an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc dengan pangkat Irjenpol NRP 60100658, 1 buah KTA BIN palsu an. Firman Ariyanto, 1 buah KTA BIN palsu an. Drs. Bambang S, SH. Anggota BIN gadungan yang bernama Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang S, SH yang bekerja sebagai WIraswasta (Staf Dinas Hukum) di lampung.

Samsul Bahri adalah korban yang telah mentransfer kepada Drs. H. Imam Dofro, SE sebanyak Rp. 25.000.000,- dan belum mendapat identas atau Kartu Anggota BIN palsu. Setelah dipecat dari Kedinaasan Kepolisian mengaku sebagai angota BIN untuk mendapatkan uang dengan target dan pekerjaan layak sebagai PNS.

Pelaku mendapatkan logo dan tanda tangan pimpinan BIN dengan cara browsing di internet, sedangkan lencana BIN dibeli di komplek pertokoan Pasar Senen Jakarta dengan harga Rp. 300.000,-. Saat ini pelaku menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo guna pengembangan lebih lanjut dalam mengungkap motif serta jumlah masyarakat yang menjadi korban.(redaksi)