Dukun Cabul Garap Siswi SMA Hingga Belasan Kali

0
211

Tasikmalaya Berita TKP-Com Seorang dukun bukannya mengobati malah setubuhi pasienya. BI (18), remaja yang masih duduk di bangku sekolah warga Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, jadi bulan-bulanan sang dukun cabul hingga sampai 15 kali disetubuhi.

Korban merasa ketakutan karena pelaku mengancam orang tuanya akan disantet pelaku yang berprofesi sebagai buruh dan menyambi menjadi dukun. Pelaku ditangkap setelah korban melaporkan kepada orang tuanya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Maruf mengatakan, Bunga merupakan pasien pengobatan pelaku. Kasus ini berawal saat korban sering mengeluh sakit bisul di bagian paha kepada orang tuanya. Selanjutnya, orang tua korban mendatangi pelaku yang dikenal sebagai dukun dengan niat untuk berobat.

Pelaku TH (41) mengenal orang tua korban dan meminta pelaku untuk mengobati anaknya. TH menyanggupi untuk mengobati penyakit korban dengan mentimun dan pala.

“Pelaku dan orang tua korban saling kenal. Sehingga orang tua korban menceritakan anaknya sakit bisul. Pelaku menyanggupinya untuk diobati di rumah korban,” tutur Febry, Rabu (24/7/2019).

Febry mengatakan, saat korban tidur di dalam kamarnya, pelaku masuk ke kamar korban dan membawanya ke ruang tengah dengan dalih akan diobati. Pelaku nekat menghampiri korban dan langsung memaksanya berhubungan intim. Dari Februari hingga Juni dukun tersebut kerap melancarkan aksi bejatnya.

“Tersangka menyetubuhi korban dengan dalih akan mengobati bisul yang diderita korban, dengan menggunakan mentimun dan biji pala. Pengakuan tersangka pencabulan yang dilakukannya sampai 15 kali,” ujarnya.

Kejadian tersebut saat pelaku beralasan kepada orang tua korban akan melakukan ritual pengobatan menjelang tengah malam.

“Korban diancam oleh sang dukun, “Lamun dibejakeun ka batur kalakuan amang, engke keluarga neng ku amang arek disantet. (Kalau dikasih tau kelakuan saya ke orang lain, nanti keluarga kamu akan saya santet, red). Hingga akhirnya korban pasrah,” tandasnya.

Mendengar ancaman itu, korban merasa ketakutan dan menuruti kemauan tersangka. Aksi bejat pelaku diketahui saat korban mengaku ke keluarganya. Keluarga yang geram langsung melaporkan hal itu ke polisi.

Saat ini pelaku sudah ditangkap dan ditahan di sel Mako Polres Tasikmalaya Kota. Polisi juga mengamankan satu buah tali bewarna putih sepanjang 83 cm yang merupakan jimat dan sebuah isim bertulisan Arab yang menjadi pegangan pelaku dalam menjalankan prakteknya sebagai dukun.

Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.(red)