Krisis Air Di Kabupaten Malang Selatan

0
53

Malang Berita TKP-Com Musim kemarau yang sudah mencapai puncaknya berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah Malang selatan. Sejumlah desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan mulai dilanda kekeringan.

Salah satunya adalah Desa Ringinkembar dan Desa Klepu. Warga di dua desa ini sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari karena debit air surut. Selama ini, warga bergantung pada sumber air yang menopang kebutuhan air untuk sekitar 1.300 Kepala Keluarga (KK).

Demi menyuplai kebutuhan air bersih, warga harus rela mengambil air di wilayah desa lain yang jaraknya hampir 1 kilometer.

Kepala Desa Ringinkembar Moh Subaidi menyatakan, krisis air bersih menjadi rutinitas tahunan disaat musim kemarau. Debit sumber air mengecil dan tak mampu memenuhi kebutuhan air bagi ribuan warganya.

“Kekurangan air bersih ini terjadi hampir di semua pedukuhan. Kami akan kondisikan titik yang paling parah, dengan mendatangkan pasokan air bersih. Sumber air biasa menjadi tempat warga mengambil air sudah mulai mengering,” terang Subaidi kepada wartawan, Minggu (28/7/2019).

Pemerintah Desa Ringinkembar juga telah mengirim surat kepada Pemkab Malang beserta BPBD untuk mengirimkan bantuan air bersih bagi warga.

“Kami sudah bersurat ke Pemkab Malang untuk mendapatkan bantuan air bersih. Agar warga tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan air, demi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Nyaris di semua dusun atau perdukuhan di wilayah Ringinkembar tengah mengalami krisis air bersih. Seperti di wilayah RT 26 dan RT 27 yang terdapat 120 KK. Selanjutnya di Dusun Pager Gunung yang ditempati sekitar 150 KK.

Berikutnya adalah Dusun Pancurejo ada sebanyak 155 KK yang membutuhkan air bersih dan 145 KK yang tinggal di Dusun Jambenawe.

“Untuk Dusun Krajan saja, mencapai 350 KK yang membutuhkan pasokan air bersih,” ujar perangkat Desa Ringinkembar Zainulloh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan membenarkan kurangnya ketersediaan air di wilayah Sumbermanjing Wetan disebabkan menurunnya debit sumber air, yang biasa diambil warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Pasokan air siap kami kirimkan, ketika warga membutuhkan. Di sana memang terjadi penurunan debit air, di sumber mata air yang biasa diambil warga untuk kebutuhan sehari-hari,” terang Bambang Imam B