Pencurian Sapi Berhasil di Gagalkan Oleh Polri Dan Warga Lumajang

Lumajang Berita-TKP.Com Maraknya aksi pencurian hewan ternak sapi membuat keresahan bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH., memerintahkan jajaran anggota polri polres Lumajang untuk response dengan Satgas Keamanan Desa.

“Sikap tanggap Polri dan satgas keamanan desa di lapangan setiap mendengar kejadian, dapat menjadi kunci penghambat bagi spesialis pelaku pencuri hewan ternak ini.”

Telah terjadi pencurian hewan ternak sapi milik Abdul Rahman (68) Dusun Karanglo Desa Gedangmas kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Kamis (8/8/2019) dini hari pukul 01.00 wib.

Melaporkan tentang kejadian hilangnya 2 (dua) ekor sapi berjenis Limosin warna merah berusia 15 bulan dengan memiliki ciri ciri warna putih diantara tanduk serta memiliki tanduk mancung, sedangkan satu sapi yang lain berjenis kerapan warna merah berusia 3 tahun dan memiliki ciri tanduk mancung, kata korban kepada petugas kepolisian resort Lumajang, Kamis (8/8/2019) pukul 22.00 wib.

Abdul Rahman (68) menuturkan kepada petugas kepolisian, bahwa dirinya baru memberikan makanan terhadap kedua sapinya tersebut. Namun sekira pukul 03.30 wib, saat korban akan melaksanakan ibadah sholat, korban kaget saat melihat kandang sapinya sudah dalam keadaan kosong.

Selain itu, korban juga mendapati rantai gembok yang berada di pintu kandang telah putus dipotong oleh pelaku. Korban pun langsung membangunkan para tetangga dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Randuagung, ujar Arsal.

Kemudian pihak kepolisian dari Polsek Randuagung dibantu Satgas Keamanan Desa Gedangmas pun langsung menyisir sekitaran TKP. Ternyata setelah diselidiki, ditemukan jejak kaki sapi mengarah ke utara.

“Benar saja, setelah dengan cepat mengikuti jejak tersebut satu ekor sapi ditemukan di jarak 1 Km dari kandang korban,” ujar kapolres.

Anggota kepolisian beserta SKD terus mengikuti jejak sapi kedua hingga akhirnya menemukan sapi terakhir sekitar 100 m dari lokasi penemuan sapi pertama dalam keadaan terperosok dan tidak bisa bergerak. Pihak Kepolisian dibantu dengan warga pun beramai ramai mengevakuasi sapi tersebut dan mengembalikan ke sang pemiliknya, tambah keterangan kapolres.

Arsal panggilan akrab pria berpangkat melati dua dipundak tersebut, menghimbau kepada masyarakat agar untuk saling menjaga keamanan sekitar. Penggunaan rantai sapi yang sering kali saya sampaikan kepada warga, ternyata belum diterapkan di masyarakat.

Karena tindakan rantai gembok adalah tanggung jawab dari pada pemilik hewan ternak tersebut. “Rantai sapi ini juga relatif murah jika di bandingkan dengan harga sapi milik warga,” ucap Arsal.

Dilain sesi korban Abdul Rahman sang pemilik hewan ternak pun mengatakan sangat berterima kasih kepada SKD serta pihak Kepolisian yang telah berhasil menemukan ternaknya tersebut.

“Alhamdulillah sapi saya berhasil ditemukan berkat kesigapan Polsek Randuagung dan satgas Keamanan Desa yang membantu mencari sapi saya.

“Secepatnya akan saya pasang rantai sapi sesuai arahan dari pak Kapolres Lumajang,” ungkap korban kepada petugas dengan mimik muka bersalah, karena tidak mengindahkan himbauan kapolres Lumajang.(red)