Gara-Gara Dugaan Pencurian Satu Nyawa Hampir Melayang.

0
9

Surabaya Berita-TKP.Com Unit Reskrim Polsek Tandes berhasil mengungkap serta menangkap tersangka kasus pengeroyokkan dan penusukkan yang terjadi di rumah bedeng tepatnya di belakang stasiun Kandangan Kelurahan Banjarsugihan Kecamatan Tandes Surabaya, korban bernama Supriyanto (39) yang bertempat tinggal di Jalan Manukan Kasman 11 RT. 07 RW. 10 kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes Surabaya,  Sabtu (10/8/2019).

Menurut Kapolsek Tandes Kompol H. Kusminto melalui Kanitreskrim Ipda Gogod mengutarakan bahwa kejadian yang berawal pada hari kamis (6/8/2019) malam sekitar pukul 22.10 WIB, di picu karena rasa sakit hati Giyanto (35) yang merasa sering kehilangan barang-barangnya yang biasa di simpan di dalam rumahnya yang lagi di renovasi, dugaan tersangka tersangkanya ialah Supriyanto (39) dengan kawan-kawannya.

Berdasar prasangka tersebut pada waktu kejadian para tersangka sedang asik-asiknya pesta miras di rumah tersangka, kebetulan juga korban Supriyanto Cs berada di lokasi kejadian yang berdekatan dengan rumah tersangka berjarak antara 4 meteran.

Tersangka di bantu oleh Mardi Santoso yang merupakan adik tirinya, beserta teman-temannya menghampiri korban Cs akhirnya terjadi cekcok lalu tidak berselang lama tersangka dan adik tirinya mengeluarkan sajam hingga Erwin dan Hasan teman korban lari tunggang langgang sedangkan korban yang tertinggal langsung di keroyok dan di tusuk oleh tersangka yang mengenai perut bagian bawah sebelah kanan.

Korban yang berlumuran darah di tolong oleh Putra teman korban yang lolos dari aksi pengeroyokkan tersebut, sesampainya di jalan Banjarsugihan korban dan Putra bertemu dengan Apris Nurwidja yang juga teman korban. Akhirnya korban di temani Apris Nurwidja ke RS BDH Benowo, karena kondisi korban kritis maka korban di rujuk ke RS Dr. Sutomo Surabaya untuk penanganan selanjutnya.

Atas dasar perbuatannya maka tersangka di jerat pasal 170 KUHP, pasal 351 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan. “Ujar Ipda Gogod

Pihak Kepolisian telah mengamankan tersangka beserta barang bukti sebilah sajam ukuran panjang 30cm beserta sarungnya yang akan di jadikan alat bukti di pengadilan.(Ray)