Risidivis Pengedar Sabu tertangkap

0
13

Surabaya Berita-TKP.Com  Polrestabes Surabaya membekuk seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Fahrizal Mahri 38 tahun Asal warga Jalan Tempel Sukorejo Gang I Surabaya. Dari hasil penangkapan ini, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 49,14 gram yang disimpan di meja modifikasi yang berada di rumah kos tersangka di Jalan Pahlawan, Gresik.

Selain menyembunyikan barang haram di meja modifikasi untuk mengelabui petugas. Dari rumah kos petugas juga menyita seperangkat alat isap serta timbangan elektrik yang disembunyikan di sebuah dompet perempuan.

Tersangka dibekuk pada waktu melintas di depan gang rumah kos Jalan Pahlawan, Gresik. Tempat kos tersebut merupakan lokasi persembunyiannya setelah ia berhasil melarikan diri saat petugas mencoba menangkapnya pada beberapa bulan lalu,”pungkas Kompol Memo Ardian.

“Tersangka cukup licin, beberapa waktu lalu sempat kami lidik, namun berhasil kabur. Setelah beberapa pekan terus kami pantau, ditambah mendapatkan informasi masyarakat, tersangka nekat kembali berjualan di kawasan Gresik sehingga kami langsung melakukan penindakan, Senin  (12/8/2019).

Beberapa tim disebar di sejumlah titik terutama di sekitar tempat kos sebelum melakukan penangkapan . Tersangka sendiri dihadang di depan gapura saat mengendarai motor keluar dari pagar kosnya,”kata Memo.

“Semula tersangka melakukan perlawanan dan menolak untuk digeledah. Namun, setelah ditemukan beberapa pipet berisi sabu, kemudian melakukan pengembangan ke rumah kosnya.

“Disana, tersangka kembali melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Hanya saja, upaya tersangka digagalkan salah satu anggota yang berjaga di luar pagar kos,”  info mantan Kasatreskrim Polresta Barelang itu.

Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKP Heru Dwi Purnomo menjelaskan modus meyembunyikan sabu di bawah meja itu hanya untuk mengelabui petugas saja. Pasalnya dari catatan kepolisian bahwa tersangka tercatat sudah menjadi profesi bergelut malang melintang di dunia hitam mulai dari pemakai hingga pengedar dilakukannya sejak tahun 2016 lalu.

“Tersangka memang residivis yang sudah melakukan kasus sama dan pernah ditahan di Polrestabes Surabaya pada tahun 2016.

Kegiatan dan aktifitas mengedarkan narkotika jenis sabu  sudah beberapa kali dilakukan oleh tersangka dengan rata-rata pembelian dilakukan antara 10-80 gram. Terkait ada hubungannya dengan jaringan lapas, kami pada saat ini sedang melakukan pendalaman dan pengembangan,”

Dari pengakuan Fahrizal Mahri, mengaku ide membuat meja dengan lubang yang cukup digunakan untuk menyimpan dua kilo sabu didapat dari teman lamanya. Teman yang pada   saat bertemu di satu pekerjaan yakni ekspedisi properti.

“Saya dikasih tahu teman saya. Kalau mau aman, buat lubang di meja seperti itu,” lanjut Rizal menunjuk meja hasil modifikasi.

Dalam menjalan bisnis Haramnya, ia memiliki beberapa pelanggan namun tidak mengenalnya hanya saat akan menjualnya berkomunikasi melalui media sosial maupun pesan singkat di ponselnya.

“Saya sendiri tidak mengenal satu sama lain. Kalau sms tidak pernah sebut nama. Hanya barang dan harga serta lokasi ranjau gitu saja,” ujar Rizal.(red)