Kasus Suap Kepala Imigrasi Mataram, Pengacara Mengaku Diminta Rp 1,5 M

Jakarta Berita-TKP.Com Pejabat Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta dua WNA penyalahguna izin tinggal menyiapkan uang Rp 1,5 miliar agar kasusnya tidak lari ke ranah pidana sesuai UU Keimigrasian. Munculnya permintaan uang Rp 1,5 miliar itu terungkap dari kesaksian Ainudin, kuasa hukum dua WNA penyalahguna izin tinggal.

Hal itu disampaikan dalam sidang ketiga dengan terdakwa Liliana Hidayat di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram.

“Ketika itu Rahmat Gunawan menelepon saya, dia menanyakan saya apakah masih mendampingi dua WNA itu,” ucap Ainudin sebagaimana dilansir Antara, Kamis (5/9/2019).

Menanggapi hal tersebut, Ainudin bertemu dengan Rahmat Gunawan di Kantor Imigrasi Mataram. Dalam pertemuannya didampingi staf, Kurniadi, Ainudin mendapat tawaran untuk penyelesaian kasus dua WNA tersebut dengan menyerahkan uang Rp 1,5 miliar.

Menanggapi pernyataan itu, Ainudin sempat bertanya soal dari mana munculnya nominal angka tersebut.

Rahmat Gunawan yang merupakan pejabat di Kantor Imigrasi Mataram menegaskannya dari denda yang tersirat dalam Pasal 122 Undang-Undang Keimigrasian.

“Dia bilang Rp 1,5 miliar akan dibawa kepada kepala (Kurniadie). Saya bilang saya tidak biasa pakai cara-cara itu. Rahmat bilang itu sudah biasa. Akan tetapi, bagi saya itu tidak biasa,” ujar Ainudin.(red)