Wanita asal Sidoarjo Lapor Polisi, Karena Mengaku Dihamili Kades di Pasuruan

0
35

Sidoarjo Berita-TKP.Com Wanita muda berumur 18 tahun 9 bulan itu mengadukan seorang kepala desa yang disebut telah menghamilinya, Seorang wanita muda berinisial KA, asal Sidoarjo, mengadu ke polisi di Pasuruan, Selasa (10/9/2019)..

Di depan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan, KA mengaku telah dihamili Bs, salah satu kepala desa di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Pengaduan itu ia lakukan setelah janji sang kepala desa untuk menikahinya tak kunjung terealisasi.

“Dia janji menikasi saya secara siri. Kami berhubungan badan di salah satu vila di Tretes, pada 23 Agustus 2019 lalu,” ujar KA di Mapolres Pasuruan.

Mulai awal Agustus 2019 sebelum berhubungan badan, KA mengungkapkan bila dirinya sering dirayu Bs melalui pesan singkat hingga video call. Singkat cerita, setelah berhubungan badan sekali tersebut, KA menyebut bahwa Bs sulit diajak berkomunikasi bahkan tidak mau ia temui. Hingga sampai 1 September 2019, KA menyadari bahwa dirinya hamil saat mengeceknya dengan alat tespek.

“Setelah berhubungan itu, saya disanggupi akan diberi uang Rp 1,5 juta untuk kebutuhan berobat adik saya. Namun nyatanya, saya dikasih Rp 750 Ribu. Pakek transfer lagi,” paparnya.

Tak hanya itu, KA juga mengaku akan dibelikan perhiasan berupa cincin sebagai pengikat hubungan. Namun janji itu tidak ditepati oleh Kades Bs. Merasa tertipu, KA mengambil keputusan untuk melapor ke Unit PPA Polres Pasuruan.

“Pengaduan saudari KA kami terima, untuk kemudian dilakukan klarifikasi dalam waktu dekat ini. Kalau nanti tidak memenuhi unsur, akan kami hentikan penanganan penyelidikannya,” beber Kanit PPA Polres Pasuruan, Ipda Sunarti.

Sementara, Kades Bs membantah tuduhan KA tersebut. Baginya, KA-lah yang selalu meneleponnya dan mengajaknya bertemu di salah satu vila di kawasan Puncak Tretes, Pasuruan.

Namun, Bs mengakui jika telah berhubungan badan, hanya sekali dengan KA. Meskipun begitu, ia membantah bila pernah berjanji akan menikahi KA dan akan memberikan perhiasan.

“Tidak benar. Kan ada pengakuan dia mau dibelikan perhiasan, mau dinikahi. Itu mutlak salah, fitnah. Jadi tidak pernah janji-janji, wong namanya booking. Booking aja Rp 500 ribu kok, saya kasih Rp 750 ribu,” pungkasnya.(red)