ACT Salurkan Air ke Masjid Al Falah Surabaya, Setelah 3 Hari PDAM Tak Netes

0
8

Surabaya Berita-TKP.Com PDAM Surya Sembada harus memindahkan pipa penyalur air bersih proyek pembangunan Alun-alun Surabaya menyebabkan .

Hal ini berdampak langsung ke masyarakat Surabaya di daerah Darmo, Panglima Sudirman, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan, Pasar Atom, Pegirian Wonosari, Wono Kusumo dan sekitarnya.

Pergeseran pipa yang seharusnya selesai pengerjaannya pada Sabtu 7 September 2019 (informasi dari humas PDAM Surya Sembada) mengalami kemoloran jadwal sehingga semakin lama masyarakat di daerah terdampak untuk mendapatkan air bersih.

Salah satu lokasi terdampak adalah Masjid Al Falah Surabaya. Sudah 3 hari Masjid Al Falah mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah. Pengurus masjid terpaksa mengunakan air galon untuk kebutuhan wudhu dan kamar mandi.

M. Soleh, Kabag Kebersihan Masjid Al Falah ditemui saat distribusi air bersih dari Aksi Cepat Tanggap membenarkan jika aliran air PDAM tidak dapat digunakan.

“Sudah 3 hari kami mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan ibadah, sebagaimana kita tahu Masjid Al Falah Surabaya adalah salah satu masjid rujukan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya sehingga kebutuhan air bersih sangat banyak,” ucapnya dalam rilis yang diterima, Selasa (10/9/2019).

“Untuk 1 tangki air 6000 liter hanya cukup untuk dipakai jamaah Salat Dzuhur dan Ashar, itupun ada sebagian jamaah terpaksa wudhu dengan air gallon dan bahkan sebagian ada yang tayamum. Dengan adanya distribusi air bersih dari ACT, saya mengucapkan banyak terima kasih,” imbuhnya.

ACT Jawa Timur rencananya akan mendistribusikan 10 tangki air bersih ke wilayah Surabaya yang terdampak pemindahan pipa PDAM.

Selain di Masjid Al Falah penyaluran air bersih juga dilakukan ke deaerah Dinoyo, Sawahan Baru, Kusuma Bangsa, dan Darmokali.

Bu Nunung warga Peneleh Gang IV, salah satu jama’ah masjid Alfalah juga menuturkan kondisi yang dialami di daerahnya, ia terpaksa mandi hanya dengan 3 gayung air untuk menghemat air.

Selain itu, beberapa warga sekitar masjid Al Falah Surabaya tampak langsung menghampiri para relawan Aksi Cepat Tanggap yang bertugas, mereka berharap bantuan air bersih juga dapat didistribusikan di daerahnya yang mengalami kelangkaan air bersih, sehingga banyak aktivitas warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami kendala.

Dipo Hadi Kepala Program ACT Jawa Timur menyatakan pihaknya bekerja cepat dalam mengatasi problem masyarakat tekait kebutuhan air bersih.

“Selain untuk kekeringan juga untuk mengatasi kondisi darurat seperti krisis air bersih yang sekarang dialami akibat proyek yang ada di Surabaya,” ujarnya.

“Dalam 3 hari terdampak kekurangan air bersih saja di Surabaya dampaknya sangat luar biasa, bisa dibayangkan bagaimana dengan Saudara kita yang mengalami kekeringan dengan jangka waktu yang panjang seperti yang dialami beberapa daerah di Jawa Timur. Inilah arti penting air yang merupakan sumber kehidupan,” imbuh Dipo Hadi.

Ia terus mengajak para dermawan Jawa Timur untuk turun tangan membantu Saudara-saudara se Jawa Timur yang mengalami kekeringan melalui bit.ly/DermawanJatimAtasiKekeringan.(red)