Penggunaan Narkoba Sebaiknya Tidak Di Tahan

Jawa Timur Berita-TKP.Com Terkait dengan pelepasan pecandu narkoba yang di tangkap harus melalui mekanisme yang di atur UU melalui proses assessment yang di lakukan bila mana barang bukti narkotika tidak lebih dari yang diatur Surat Edaran Mahkamah Agung no. 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahgunaan,  Korban Penyalahgunaan dan Pecandu Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial.

Langkah yang harus dilakukan TAT ( Tim Esesment Terpadu) Ketua TAT adalah Diresnarkoba untuk tingkat polda dan Kasat narkoba untuk Polres. Tim dokter yang sudah terlatih dan assesor tersertifikasi yang memiliki medis dan kejiwaan. Serta ada tim hukum. Langkah yang dilakukan TAT adalah menempatkan di lembaga Rehabilitasi sampai penyidikan dinyatakan P, 21 oleh Kejaksaan. Meskipun tidak dilakukan penahanan memastikan pemberkasan kasus para pecandu tetap dilakukan penyidik hingga ke meja hijau, Walaupun secara hukum tidak di tahan tetapi masuk kepersidangan.

Hakim wajib memutuskan Rehabilitasi sesui pasal 103 Udang Undang Narkotika. Namun jika hasil Esesment menyatakan tersangka terkait jaringan pengedar maka akan ditahan dan di sidik UU Narkotika. Penahanan tetap dilakukan walaupun barang bukti dibawah ketentuan yang diatur dalam SEMA, 4/2010. Kebijakan hukum penahanan terhadap penyalahguna. Yang  pertama harus di cegah, dilindungi, diselamatkan, dijamin  pengaturan upaya Rehabilitasi Medis dan Sosial. Dasar ketentuan adalah Pasal 127 UU Narkotika. Kalau penyalahguna ketergantungan wajib Rehab sesui pasal 54 UU Narkotika.

Menurut KUHAP, tidak memungkinkan untuk di tahan karena di bawah umur, penyidik di beri kewenangan untuk di tempat kan kerehab berdasarkan PP nomor 25 tahun 2011 turunan UU Narkotika. Nah inilah GMDM selalu hadir untuk memberikan informasi tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) GMDM juga sebagai lembaga Intitusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL ) Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati. GMDM juga merehabilitasi para pecandu narkoba melakukan pendampingan hukum lewat LKBH nya.

Ormas yang didirikan oleh Jefry Tambayong, Else dan Irjen Pol Arman Depari dan selaku dewan Pembina masih aktif di Deputi Berantas Narkotika Nasional. Beliau selalu menekankan selamat kan anak anak bangsa dari penyalah gunaan Narkoba. Untuk menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).(red)