Bandar Narkoba Jaringan Aceh-Jatim Ditembak Mati di Sidoarjo

0
41

Sidoarjo Berita-TKP.Com Seorang bandar narkoba tewas ditembak mati Tim Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, yang mengendalikan pengiriman narkotika jenis sabu dari Aceh ke Jawa Timur (Aceh-Jatim), Selasa (24/9/2019) dinihari.

Bandar narkoba yang tewas diterjang peluru petugas itu diketahui bernama Jufri Ahmad (38), warga asal Desa Bahagia Cot Geulimpang, Kecamatan Peulimbang Bireun, Aceh. Dia ditembak bagian dada kirinya setelah melawan petugas BNNP Jatim dan kabur saat disergap.

“Yang bersangkutan (Jufri) ini kami sergap setelah kami menangkap satu tersangka atas nama RI (Rizal Imran),” tutur Penyidik Madya BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra.

Menurut Wisnu, tersangka Rizal ia sergap di Jalan Terminal Bandara Juanda-Sedati, Sidoarjo saat meletakkan sabu yang dipesan DPO Fr. Saat meletakkan sabu pesanan DPO di bawah pohon pinggir jalan, sekitar pukul 18.00 Wib, Senin (23/9/2019), Rizal disergap oleh Wisnu dan timnya.

“Dalam penggeledahan, kami sita tiga bungkus plastik masing-masing seberat 30 gram, 15 gram dan 15 gram bruto,” beber Wisnu.

Setelah barang bukti disita, Wisnu dan timnya menginterogasi Rizal hingga keluarlah nama  DPO Fr dan pengendali bernama Jufri. Dari sana, Rizal dikeler ke tempat kosnya di daerah Tropodo, Sidoarjo. Tempat kos ini digeledah menggunakan anjing pelacak milik BNNP Jatim.

“Di tempat kos tersangka Rizal kami sita sabu seberat 1000 gram (1 kilogram),” jelas Wisnu.

Tak berhenti sampai disitu, Wisnu dan timnya kembali menggelandang Rizal kembali ke lokasi penangkapan pertama atau Jalan Terminal Bandara Juanda-Sedati, Sidoarjo. Dan benar, Wisnu dan tim melihat Jufri sedang mencari sabu yang diranjau Rizal di bawah pohon. Jufri dan Rizal tercatat asal kampung yang sama di Aceh.

Setelah ditangkap, Jufri dikeler untuk mengetahui keberadaan DPO Fr, sang pemesan barang. Namun saat dikeler itulah, Jufri melawan dan mencoba kabur, sehingga petugas BNNP Jatim terpaksa melesatkan tembakan hingga membuat Jufri tumbang.

“Kami membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya untuk mendapat pertolongan, tapi yang bersangkutan (Jufri) meninggal dunia dalam perjalanan,” imbuh Wisnu.

Setelah itu, Wisnu dan timnya membawa Rizal ke Kantor BNNP Jatim untuk diperiksa, berikut barang bukti sabu sebanyak 1 kilogram dan 60 gram.

“Kami masih memburu semua orang yang masuk dalam jaringan ini, termasuk bandar besarnya,” Pungkasnya.(red)