Pecahkan Rekor Muri Senam Alfabet Saat Peringatan HBII 2019 di Bojonegoro

0
31

Bojonwgoro Beita-TKP.Com Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) tingkat Jawa Timur tahun 2019 diadakan di Jalan Mas Tumapel, Bojonegoro, Minggu (29/9/2019). Acara yang mengambil tema “Hak Bahasa Isyarat Untuk Semua” ini memecahkan rekor Muri senam alfabet.

Acara dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah, Pj. Sekda, Forpimda, Asisten II, Asisten III, Ketua DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jatim, Kepala OPD serta Camat se Kabupaten Bojonegoro. Kontingen DPC Gerkatin dari 17 kota/kabupaten di Jawa Timur juga turut berpartisipasi selama keberlangsungan acara.

Dengan tema “Hak Bahasa Isyarat Untuk Semua”, diharapkan dengan bahasa isyarat semua masyarakat dapat terlibat serta berkomunikasi. Sebab bahasa isyarat dapat dimengerti oleh semua orang. Peringatan HBII juga sebagai kebanggaan untuk masyarakat tuna rungu atau tuli karena memiliki bahasa isyarat untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat lainnya dan memiliki posisi yang setara. Hal ini juga dapat dijadikan motivasi untuk mempelajari bahasa isyarat.

Peringatan HBII diperingati dengan acara flashmob senam alfabet. Senam ini juga sekaligus memecahkan rekor Muri flashmob dengan peserta tuna rungu terbanyak, yaitu sebanyak 772 peserta. Senam alfabet merupakan gerakan senam sambil memperagakan huruf-huruf dalam bahasa isyarat.

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Helmy Elisabeth menyampaikan bahwa kegiatan ini juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat tuli dapat berprestasi dalam segala hal.

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena dalam persiapannya dibutuhkan komunikasi dengan cara yang tidak biasa, namun harus tersampaikan dengan baik. Saya berharap teman tuli tetap dapat berprestasi dan berkembang dengan baik,” ujar Helmy.

Ketua Gerkatin DPD Jatim, Yuyu n menambahkan juga menyampaikan rasa bangga serta salut atas terselenggaranya acara ini.

“Ini baru pertama kalinya saya melihat yang seluar biasa ini selama 6 tahun penyelenggaraan acara,” ujarnya.

“Saya berharap pelayanan aksesdisabilitas semakin membaik. Kegiatan kali ini juga menjadi momen yang membanggakan. Kita sebagai masyarakat tuli bisa membuktikan bahwa kita bisa, kita setara dan kita bangga. Maka dari itu, kita tidak boleh merasa rendah dan kecewa,” ungkap Yuyun dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.

“Difabel adalah mereka yang mempunyai keistimewaan, maka bagi kami tidak ada pengecualian karena yang ada hanyalah persamaaan. Pencapaian rekor Muri sebagai penyemangat sejarah bahwa hari ini kami berkumpul dengan semangat yang sama untuk menorehkan prestasi,” papar Bupati Anna.

Bupati Anna juga berharap, ke depan anak anak-anak masyarakat tuli bisa dibina sesuai dengan kompetensinya, agar dapat mendorong semangat kesetaraan dalam sesama.

Selain pemecahan rekor Muri senam alfabet, terdapat serangkaian acara lain yaitu jalan sehat, fashion show, lomba mewarnai, lomba pantomim dan lomba Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).(red)