672 Hektare Sawah Gagal Panen, Akibat Kekeringan di Probolinggo

Ponorogo Berita-TKP.Com Kemarau panjang di Ponorogo menyebabkan 1671 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan.

Dari data Dinas Pertanian Ponorogo, 672 hektare sawah dipastikan gagal panen (puso), 260 hektare mengalami kekeringan berat, 308 hektare kekeringan sedang, dan 390 hektare kekeringan ringan.

“Kekeringan mengakibatkan 672 hektare padi gagal panen. Terbanyak di Pulung dengan total luasan 346 hektare, Jenangan 323 hektare dan sisanya di tempat lain,” ujar Kepala Dinas Pertanian Ponorogo, Andi Susetyo, Rabu (2/9/2019).

Sebagian besar petani yang mengalami puso sudah terdaftar dalam asuransi usaha tanaman padi (UTP). Petani yang gagal panen disebabkan kekeringan akan mendapatkan asuransi jika kekeringan di atas 75 persen pada lahan.

Petani akan mendapat nominal Rp 6 juta per satu hektare. Nantinya pihak penyedia asuransi melakukan verifikasi di lapangan sebelum mencairkan ganti rugi.

Andi meneruskan, untuk solusi jangka panjang maka Dinas Pertanian akan menggalakkan program pompanisasi secara mandiri maupun melalui kelompok tani (poktan).

Para petani dapat memanfaatkan dana desa untuk membangun jaringan pompa air di lahan pertanian. Untuk alternatif lain adalah menggunakan varietas padi yang lebih tahan air.

“Perubahan pola tanam juga perlu dilakukan. Ketika kemarau, padi bisa diganti palawija,” pungkasnya.(red)