Kediri Berita TKP-Com  Total 250 Desa se-kabupaten Kediri akan bertarung merebutkan kedudukan sebagai kepala desa,+3 semua warga desa baik kader-kader yang di usung (Cakades) sudah mengatur strategi masing-masing bagaimana supaya calonnya bisa terpilih.

Media Online juga cetak Berita Tkp-Com mencoba menelusuri ke Desa Jambu,Kec Kayen Kidul Kab.Kediri,Ke salah satu kandidat no 1 Bapak Agus Joko Susilo yang tidak lain adalah calon kepala desa yang sebelumnya menjabat.

Menurut Bpk Agus kenapa mencalonkan lagi,karena merasa program-program yang di jalankan sebelumnya belum tercapai dengan sepenuhnya.

Masih kata Agus ,seandainya saya masih di percaya lagi oleh masyarakat Desa Jambu menjadi Kepala Desa periode ke 2 akan melanjutkan kembali program-program yang belum tuntas tentang pemberdayaan masyarakat tentang Desa Wisata Desa Jambu.

Di Desa Jambu ada 6 (enam) Dusun dari enam dusun sengaja di tempatkan titik-titik untuk wisata artinya bagaimana ketika dusun itu masyarakat merasakan pemerataan setiap dusun,di situ ada tempat-tempat wisata atau lokasi wisata,contoh Dusun Semanding,ada wisata petik klengkeng,Dusun Sumberjo ada wisata Gamelan serta budaya tradisi,Desa Jambu ada wisata peras susu kambing etawa, opulasi tanaman dan sebagainya.

Desa Jambu di ciptakan sebagai masyarakat desa wisata yang berkonsep educasi.Bagaimana masyarakat itu satu secara pemberdayaan masyarakat mendapatkan penghasilan disisi lain mereka dapat pengalaman,pengetahuan sebelumnya mereka tidak paham tentang wisata desa. Masih kata Agus tujuan di jadikan wisata desa untuk merubah menset, bagaimana mereka menerima keberadaan bahwa desa mengacu pada Sapta Pesona salah satunya aman,tertib,bersih,sejuk,indah,ramah tamah kenangan.

“Alhamdulillah masyarakat kami sudah tahu tentang desa wisata.wellcome tentang pengunjung artinya masyarakat desa Jambu di tingkat Rt sudah bisa merasakan hasilnya,sudah ada kas masuk Rt ,secara pribadi sudah di untungkan di PAD(Pendapatan Asli Daerah) nya juga dapat dari desa wisata,artinya dari PAD di kembangkan untuk kembali ke masyarakat.

Di desa wisata secara finansial pertumbuhan ekonomi berubah dari sebelumnya.”(imam)