Bahaya Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

0
79

Berita-TKP.Com Membersihkan telinga dengan cotton bud adalah kegiatan yang sudah lumrah dilakukan untuk mengeluarkan kotoran di dalam telinga. Tetapi apakah Anda mengetahui risiko atau bahaya membersihkan telinga dengan cotton bud?

Dilansir dari beberapa situs, berikut penjelasan beberapa risiko atau bahaya cotton bud terhadap telinga.

Meski cepat dan praktis, memakai cotton bud bisa menimbulkan bahaya yang tidak main-main. Kotoran telinga memang akan keluar bersama cotton bud, tapi di saat yang bersamaan juga akan mendorong sisa kotoran lainnya yang tidak terangkut di kapas cotton bud. Sehingga ada kotoran yang semakin masuk jauh ke dalam telinga.

Hal itu bisa menyebabkan penumpukan kotoran di dalam telinga. Hal itu bahkan disebut bisa menimbulkan rasa sakit dan kesulitan pendengaran.

Ketika sudah mengalami kejadian seperti itu disarankan untuk mencari bantuan medis dari pada mencoba membersihkannya dengan benda asing yang Anda masukkan ke dalam telinga.

Sebenarnya apa pun benda yang masuk ke dalam telinga dapat membahayakan kesehatan telinga. Gendang telinga adalah bagian paling vital yang mempunyai tekstur halus dan lembut sehingga rentan robek jika bergesekan dengan benda asing.

Jika cotton bud bergesekan dengan gendang telinga, tentu bisa berpotensi merobek gendang telinga. Ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran sementara maupun permanen. Pendarahan pun bisa saja terjadi dalam skenario tertentu.

Jika sudah sampai mengalami gangguan pendengaran atau rasa sakit yang berulang di dalam telinga, segeralah periksa ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk mendapatkan penanganan medis agar tidak memperparah keadaan telinga.

Lebih lanjut, telinga sebetulnya mempunyai mekanismenya sendiri secara alami dalam membersihkan kotoran yang ada di dalam telinga. Melalui gerakan rahang saat berbicara, makan, hingga menguap adalah beberapa mekanisme pengeluaran kotoran telinga.

Jadi sebaiknya jangan pernah menggunakan cotton bud lagi untuk membersihkan bagian dalam telinga.

Kotoran telinga sendiri memiliki fungsi sebagai pelumas dan antibakteri. Jadi pengeluaran atau pembersihan kotoran telinga yang berlebihan menyebabkan kekeringan pada telinga dan akan lebih rentan terhadap infeksi.

Tetapi kotoran telinga yang sudah terlalu menumpuk juga dapat mengganggu pendengaran. Larutan tetes telinga yang dijual bebas di apotek bisa jadi pilihan obat paling mudah. Siapkan juga kain lap basah untuk mengusap sela-sela daun telinga.

Melakukan terapi ear candle juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan telinga. Ear candle adalah terapi pembersihan telinga dengan memasukkan sebuah lilin berongga berbentuk kerucut ke dalam lubang telinga. Beberapa tahun yang lalu terapi ear candle dilakukan oleh bantuan terapis di klinik-klinik. Namun sekarang lilin khusus itu sudah banyak dijual bebas sehingga orang bisa melakukannya sendiri di rumah.

Lilin yang digunakan dalam terapi ini adalah lilin khusus dengan panjang sekitar 20 cm yang terbuat dari linen berlapis sarang tawon, parafin, atau kombinasi keduanya. Ketika lilin dibakar biasanya juga akan memberikan efek menenangkan.

Meski beberapa orang percaya bahwa ear candle bisa membersihkan kotoran dalam telinga dengan aman, sayangnya sampai saat ini belum ada laporan ataupun penelitian yang mengungkapkan bahwa ear candle efektif membersihkan kotoran telinga.

Masih banyak yang mengatakan ear candle hanyalah mitos belaka dan tak memiliki efek apa pun. Tetapi benda itu masih banyak dicari oleh sebagian orang sebagai alternatif membersihkan kotoran telinga ketimbang mengoreknya dengan cotton bud.

Beberapa risiko yang dapat ditimbulkan oleh ear candle adalah infeksi dan iritasi saluran luar telinga, kerusakan gendang telinga akibat tersumbat, terbakarnya kulit dalam telinga, hingga lelehan lilin yang menetes dapat membuat pendarahan dalam telinga.(red)