Ketika Para Pelaku UMKM Jatim Belajar Sertifikasi Produk Halal

0
9

Berita-TKP.Com 100 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se-Malang dan Pasuruan Raya mengikuti pelatihan kewirausahaan dan sertifikasi produk halal di gedung Among Tani Kota Batu.

Event ini untuk membentengi produk lokal dari serbuan produk asing yang membanjiri pasar lokal, pelatihan tersebut digelar Rabu (6/11/2019), atas kerjasama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) Jawa Timur, didukung Among Tani Fondation.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin mengatakan, pelatihan tersebut adalah bukti jika semua elemen di Jawa Timur kompak dan bersatu dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Semua elemen di Jatim bersinergi untuk membangun ekonomi umat,” kata Yasin.

Ketiga elemen tersebut masing-masing memiliki potensi yang bisa dikembangkan. NU sebagai organisasi masyarakat memiliki umat dan tradisi yang mengakar di Jawa Timur. Sedangkan Among Tani memiliki idealisme dan jaringan dg UMKM. Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai fasilitator dengan memberikan stimulus pembiayaan kegiatan untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat perdesaan.

“Sinergi untuk sama-sama menggerakkan ekonomi warga itu selaras dengan program Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa yakni Jatim Sejahtera dan Jatim Berdaya,” tegasnya.

Fokus Jatim Sejahtera, tidak lain adalah upaya pengentasan kemiskinan khususnya di pedesaan sehingga secara berkesinambungan dapat mengurangi disparitas ekonomi di antara desa dan kota. Hal itu senafas dengan Jatim Berdaya, yaitu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM, BUMDesa dan produk unggulan desa.

Ketua LPNU Jawa Timur Fauzi Priambodo menambahkan, pelatihan kewirausahaan yang difokuskan pada tema strategi pergerakan ekonomi dan sertifikasi produk halal itu sebagai benteng serbuan produk-produk asing yang terus membanjiri pasar lokal.

“Jangan khawatir tidak laku, jika produknya sudah diberi label halal. Karena justru akan semakin menaikkan konsumsi produk,” ujar Fauzi.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan “NUconomic”, konsep gerakan ekonomi umat yang memuat prinsip-prinsip penjabaran dari ma’lumat pendiri NU KH Hasyim Asy’ari pada teks deklarasi Nahdlatut Tujjar.

Gerakan ekonomi tersebut berisi 5 prinsip gerakan ekonomi. Pertama, kolaborasi kalangan profesional, agamawan dan masyarakat sebagai pondasi kesuksesan badan usaha.

Kedua, keterkaitan ekonomi yang merangkai potensi desa-kota dalam satu mata rantai bisnis (linkage, supply chain dan holdings). Ketiga, profesional dengan tata kelola yang baik (good corporate governance: GCG). Keempat, Corporate Social Responsibility (CSR). Kelima, LPNU sebagai badan usaha yang menggerakkan ekonomi rakyat.(red)