Begini Kronologis Mewabahnya KLB Hepatitis A di Depok

0
20

Berita-TKP.Com Kementrian Kesehatan telah mengidentifikasi 262 kasus pada Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Depok. 171 di antaranya telah dilakukan rapid diagnostic test dan terbukti positif terinfeksi hepatitis A.

Kasus pertama muncul di SMPN 20 Depok pada 12 November lalu yang ditangani di Puskesmas Rangkapan Jaya. Namun baru dilaporkan kepada Kemenkes pada tanggal 21 November. Kemenkes pun segera melakukan investigasi penyelidikan epidemiologi.

 

Setelah dilakukan investigasi dan penyelidikan, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono, MKes menyebutkan bahwa penyebab KLB hepatitis A ini berasal dari seorang petugas kebersihan atau office boy (OB) yang sekaligus menjajakan makanan kantin di SMPN 20 Depok.

 

“Fecal point adalah OB (office boy), seorang tenaga yang membersihkan sekolah tapi pada saat yang sama jualan di sekolah, dari Tajur Halang, Kab Bogor,” ujar dr Anung di Gedung Adyatma Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

dr Anung mengatakan bahwa si OB telah mengakui bahwa perilakunya tidak bersih selama menjajakan makanan di kantin sekolah. Ia tidak mencuci tangan dan membersihkan bahan-bahan makanan yang akan disajikan dengan benar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Dr dr Irsan Hasan, SpPD, KGEH menjelaskan bahwa penularan virus hepatitis A dari orang ke orang bisa terjadi dengan cukup mudah.

Makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus hepatitis A langsung masuk ke dalam saluran pencernaan. Sebagian berjalan ke liver, sebagian lainnya bersarang di usus. Virus yang berada di usus sebagian akan ikut ke luar saat buang air besar bersamaan dengan feses.

“Kalau dia buang air besar kan keluar lalu menempel di tangan lalu tangan itu memegang makanan, lalu itu yang menjadi penularan… Kalau cuci tangannya nggak benar berarti nggak terbuang semua. Ini akan terjadi penyebaran,” jelasnya.

Bukan hanya lewat makanan, virus hepatitis A juga bisa menular melalui air yang digunakan untuk mencuci peralatan makan atau mencuci bahan makanan. Jika virus hepatitis A itu menempel, makan penyebarannya pun menjadi lebih mudah.

dr Irsan menambahkan, virus hepatitis A ini memiliki sifat yang cukup kebal meskipun dalam suhu sangat dingin seperti di dalam es atau pada kondisi yang sangat asam seperti lambung. Namun, virus hepatitis A ini akan mati pada suhu panas.

“Jadi di dalam es itu bisa hidup, tapi dia tidak tahan sama panas,” tungkasnya.

Dari 262 kasus yang teridentifikasi, sebanyak 228 orang berasal dari lingkungan sekolah yang mayoritas merupakan siswa, 31 orang warga sekitar, 5 orang dari Pesantren Petik, 3 orang dari keluarga siswa. Hingga kini belum terdapat laporan meninggal akibat KLB hepatitis A Ini.(red)