Ketika Risma Diminta Maju Lagi dan Harapan Dahlan Iskan untuk Surabaya

0
86

Surabaya Berita-TKP.Com Meski undang-undang sudah membatasi kepala daerah menjabat maksimal dua periode, namun masih ada yang berkeinginan Tri Rismaharini yang sudah dua periode menjadi wali kota kembali memimpin Kota Surabaya.

Keberhasilan Wali Kota Risma memimpin Surabaya selama hampir sepuluh tahun ini nampaknya menjadi inspirasi tokoh wanita yang lain.

Salah satu bakal calon wali kota (bacawali) dari PDI Perjuangan, Dyah Katarina juga berebut dukungan warga Kota Pahlawan.

Istri mantan Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono ini memajang baliho dan reklame tersebar di Surabaya. Di perkampungan hingga jalan utama.

Salah satu pesan di dalam reklame Dyah Katarina berbunyi ‘Suroboyo pingin duwe Ibu Wali Kota maneh rek..!!!.

Selain reklame, Dyah juga menyebar baliho di berbagai kampung. Salah satunya di sudut Taman Pelangi Surabaya.

Baliho milik Dyah itu bertuliskan ‘Kalau Bu Risma Tak Bisa Selamanya, Harus Ada Penerusnya. #SurabayaButuhRisma dan #RismaSelamanya’.

Reklame bergambar Dyah Katarina di seberang DPD PDI Perjuangan Jatim

Istri mantan Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono ini memajang baliho dan reklame tersebar di Surabaya. Di perkampungan hingga jalan utama.

Salah satu pesan di dalam reklame Dyah Katarina berbunyi ‘Suroboyo pingin duwe Ibu Wali Kota maneh rek..!!!.

Selain reklame, Dyah juga menyebar baliho di berbagai kampung. Salah satunya di sudut Taman Pelangi Surabaya.

Baliho milik Dyah itu bertuliskan ‘Kalau Bu Risma Tak Bisa Selamanya, Harus Ada Penerusnya. #SurabayaButuhRisma dan #RismaSelamanya’.

Ketika nonton bareng Teater Gandrik di Surabaya, Dahlan Iskan kembali merayu mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Jatim itu.

Machfud Arifin dimintanya untuk melanjutkan tongkat estafet dari Wali Kota Risma yang telah berhasil membangun Kota Surabaya.

“Harus tambah bagus lagi. Untuk itu memerlukan sosok pembangun yang berpikiran besar dan punya langkah besar. Beliau (Machfud Arifin) sangat-sangat cocok,” ujarnya, Sabtu (8/12/2019).

“Ya kita semua lah, bukan hanya saya. Kita semua orang Surabaya tidak menginginkan Surabaya mundur, harus terus maju,” imbuuhnya.

Menurut Dahlan Iskan, ketika salah memilih pemimpin, maka masa depan kota akan menjadi korban.

“Suatu daerah atau suatu kota itu, peran pemimpin sangat besar. Salah memilih pemimpin, masa depan kota kita yang menjadi korban. Sehingga tidak hanya saya, ini sebaiknya orang Surabaya harus berpikir demikian,” ucapnya.

Dahlan meminta, Machfud Arifin yang pensiunan bintang dua untuk rela berkorban demi Kota Surabaya.

“Demi Surabaya, beliau putra Surabaya, orang Surabaya, ya harus mau berkorban. Mengorbankan diri untuk kemajuan Surabaya,” harapnya.

“Kalau untuk kepentingan pribadi beliau, mungkin tidak. Tetapi ini untuk kota beliau sendiri dan beliau harus memikirkan masa depan Surabaya,” lanjut Dahlan Iskan.(red)