Tergulingnya Kereta Api Pengangkut Semen di Blora

0
134

Blora Berita-TKP.Com Kereta api pengangkut semen anjlok dan terguling di Stasiun Doplang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sekitar pukul 11.18 Wib, Kamis (12/12/2019).

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro menyebut, kereta itu mengangkut 1.136 ton semen. Kereta barang itu berangkat dari Stasiun Kampung Bandan tujuan Stasiun Kalimas dan terdiri atas 20 rangkaian gerbong. Terdapat 10 gerbong yang terguling setelah roda KA tergelincir dari rel.

“Rangkaian yang mengalami musibah mulai gerbong kesepuluh sampai terakhir,” ujar Krisbiyantoro.

Menurutnya, upaya evaluasi untuk memperlancar arus perjalanan kereta langsung dilakukan. Kereta penolong dari Semarang, termasuk bantuan dari Solo dan Cirebon sudah dikirim ke lokasi. Meski begitu, jalur di Stasiun Doplang masih bisa digunakan untuk perjalanan KA.

“Satu jalur masih bisa digunakan. Upaya evakusi langsung dilakukan agar perjalanan KA bisa segera normal,” jelasnya.

Adapun untuk penyebab kereta anjlok, kata dia, masih dalam pemeriksaan. Dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Meskipun demikian, penyebab kecelakaan kereta barang tersebut akan dilakukan penyelidikan aparat kepolisian bersama PT KAI,” sambung Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang melalui Kapolsek Jati, AKP Bajuri.

Ia mengungkapkan, kereta api bernomor loko CC 2061321 dengan masinis Ali Mufid tersebut keseluruhan membawa 20 gerbong.

Untuk lalu lintas kereta Jakarta menuju Surabaya masih bisa melintas menggunakan satu jalur di sisi paling utara dengan kecepatan rendah dan bergantian.

Kepolisian dari Polsek Jati Polres Blora juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara serta melakukan olah tempat kejadian perkara bersama PT KAI.

Ia mengimbau kepada warga sekitar rel kereta api agar jangan bermain-main ataupun beraktivitas di kawasan rel kereta karena sangat berbahaya. Terlebih, kata dia, ketika kereta api yang melintas dengan kecepatan tinggi sehingga masyarakat diminta untuk lebih mengutamakan keselamatan.(red)