Pengedar Ratusan Juta Upal di Jember Dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim

0
35

Surabaya Berita TKP-Com Ditreskrimum Polda Jatim membongkar kasus peredaran uang palsu di Jember. Dalam kasus ini, petugas menangkap dua pelaku yakni pembuat dan pengedar, serta mengamankan uang palsu senilai ratusan juta.

Kedua pelaku yakni Uud Zainuddin (44) yang memiliki keahlian mencetak uang palsu dan Sukriyanto atau Gus Muchlis yang bertugas mencari investor hingga mengedarkan yang palsu.

“Dari pengungkapan itu kami mengamankan uang palsu senilai Rp 633 juta,” kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (5/12/2019).

Kapolda mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat akan peredaran uang palsu di wilayah Jember. Pelaku juga menawarkan jasa penggandaan uang hingga tiga kali lipat.

“Ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada yang mencurigakan dengan menawarkan penggandaan uang, yakni uang Rp 1 juta akan diganti dan digandakan menjadi Rp 3 juta,” imbuhnya.

Dari laporan ini, Kapolda menyebut ada personelnya yang menyamar hingga akhirnya bisa mengungkap temppat pembuatan uang palsu yang dilakukan tersangka Uud. Irjen Luki pun mengingatkan masyarakat tak mudah percaya modus-modus tak lazim yang digunakan pelaku.

“Korbannya masyarakat kelas bawah, makanya kami dari jajaran dari kepolisian Jawa Timur untuk masyarakat terutama selalu berharap untuk mewaspadai terhadap pelaku-pelaku tindak kejahatan. Ini banyak, berbagai macam cara kita jalankan sampai ini barang bukti ada semuanya,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Direskrimum) Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi menambahkan tersangka Uud mengajak Sukriyanto untuk membuat uang palsu. Kemudian Sukriyanto tergiur dan mengirimkan uang sebanyak Rp 5 juta.

Setelah menerima uang palsu dari Uud, Sukriyanto menawarkan ke masyarakat, jika dirinya diberi uang Rp 1 juta, bisa digandakan menjadi Rp 3 juta.

“Masyarakat yang curiga itu uang palsu kemudian memberi informasi kepada kami. Kami melakukan penyelidikan dan menemukan tempat serta pembuatan alat-alatnya. Pertama Uud membuat desain dan mencetak uang palsu itu. setelahnya uang-uang palsu dibuat kasar seolah-olah uang asli,” paparnya. (Wafa)