Pembangunan Pasar Kertosono Mangkrak Menelan Biaya Rp 23 M

0
56

Nganjuk Berita TKP-Com Masalah pembanguan pasar Kertosono mulai bermunculan.Selain jadi sorotan para pedagang dan juga warga setempat, belum tampak maksimal dalam perencanaan  APBD Tahun Anggaran 2019, berakhir pula pelaksanaan pekerjaan yang bisa dikatagorikan mangkrak.Selasa (7/01/2019).

Informasi yang dihimpun di lapangan, pembangunan pasar Kertosono yang menelan biaya sekitar Rp 23 Miliar lebih ,belum apa apa dan tidak membuahkan hasil alias mangkrak,salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan,pasar yang dibangun dengan uang rakyat yang banyak belum bisa dinikmati oleh pedagang apalagi untuk berjualan.

“Ini proyek pemerintah, seharusnya mana yang dimatangkan dulu atau didahulukan sampai jadi atau selesai, tidak seperti ini, pekerjaan itu tampak tidak ada tampilannya,” kata pedagang kepada Media ini

Sebelumnya, menurut pedagang yang pada saat itu kiosnya terbakar dua tahun yang lalu menginginkan pasar itu, dibangun pada saat itu jua,dan bisa dimanfaatkan oleh para pedagang yang terdampak, tapi nyatanya, pasar tersebut dibangun sekarang dan belum bisa difungsikan sama sekali,” singkatnya

Penelusuran wartajatim.co.id di lapangan bahwa pembangunan pasar Kertosono diperkirakan hanya 40% dari total anggaran yang dihambur-hamburkan.
Hal tersebut menjadi hambatan dari manfaat pasar tersebut.

Di tempat terpisah ,saat menemui salah seorang aktivis,Roni dari LSM Komnas PKPU Nganjuk menyampaikan sejak awal kami melihat ada perencanaan yang tidak maksimal antara volume pekerjaan dan penyediaan waktu serta batasan tahun anggaran per tanggal 31 Desember 2019 tampak tidak sesuai harapan masyarakat.

“Harusnya pekerjaan seperti pasar Kertosono itu dikerjakan melalui dana APBN seperti Tugas Pembantuan,agar bisa melakukan kegiatan Multy Years contract atau Kontrak Tahun Jamak, yang mana kontraktor pemenang tender langsung bisa mengerjakan di tahun anggaran berikutnya,” ujar Roni.

Ditambahkan oleh Roni, kalau hal ini selalu terjadi penganggaran di Kabupaten Nganjuk, banyak keuangan  yang boros seperti melakukan tender ulang untuk melanjutkan terder tersebut.Pemenang awal belum tentu juga bisa memenangkan tender berikutnya.Namun,kalau bisa main mata nanti anda bisa lihat saja, “jlentrehnya..(kuswanto)