PT. KAA, Tipu Puluhan Pembeli Kavling di Dusun Bangsri, Sukodono Sidoarjo Tuntut Uangnya Dikembalikan

0
51
Pengacara Agus Syahid Mabruri, SH. (baju hitam) dan Pengacara Imam Syafi’i, SH (baju batik) bersama Tri Ketua koordinator para korban (baju biru).

Surabaya Berita TKP-COM Puluhan orang sekitar 60 orang mengatasnamakan pembeli kavling tanah di dusun Bangsri Kecamatan Sukodono Sidoarjo berkumpul di mall Marvell city Surabaya melakukan konsolidasi bersama kuasa hukumnya Agus Syahid Mabruri, SH., bersama rekannya dari kantor Syahid dan Partners beralamat di Intiland Tower Suite level 3 Jalan Panglima Sudirman no. 101-103 Surabaya dan Perumahan Kahuripan Nirwana Blok B no.11 Sidoarjo. Minggu (12/1/2020) sekira pukul 13.30 Wib.

Dalam kesempatan itu, Agus Syahid Mabruri, SH., Mengatakan bahwa tim kuasa hukumnya mendapat amanah dari para korban yang menamakan dirinya pembeli kavling tanah di dusun Bangsri kecamatan Sukodono Sidoarjo.

“Bahwa user-user ini yang mana mereka semua membeli kavling-kavling tanah yang kisaran harga Rp.70 juta sampai Rp. 80 juta dari PT Kejora Alam Asri (PT.KAA) dan PT Ganesha Jaya Abadi dan kavling ini sudah dibayar lunas, tetapi PT tersebut ternyata tidak merealisasikan tanahnya dan tidak memberikan hak-haknya kepada klien kami,” ungkap Agus.

“Kami selaku kuasa hukumnya sudah melakukan upaya-upaya, diantaranya adalah upaya pelaporan pidana penipuan penggelapan di Polres Sidoarjo, tapi ternyata hingga saat sekarang ini, menurut kami masih belum maksimal penanganan perkara. Setelah ini kami bukan hanya melaporkan perkara itu ke pindana saja, tetapi kami juga akan melakukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Sidoarjo,” ungkapnya.

“Hari ini kawan-kawan pemberi kuasa dari korban penjualan tanah kavling di daerah Bangsri menuntut hak-haknya. Intinya hari ini adalah menyemangati, dan melakukan konsolidasi untuk kita bergerak bersama-sama. Sebenarnya hari ini mereka mengajak datang bersama-sama ke polres Sidoarjo, tetapi kita masih mempercayai proses penegakan hukum pidana di Polres Sidoarjo, dan Alhamdulillah hari ini para user menyadari bahwa kita serahkan ke proses hukum,” tambahnya.

Dan harapan mereka semua, proses ini bisa berjalan maksimal, bisa memberikan keadilan bagi mereka semua. Dan Informasi yang disampaikan kepada kami sebenarnya yang diduga merasa ditipu itu banyak, lebih daripada 130 orang tetapi untuk yang memberi saya  kuasa hukumn ini, dan saya melakukan penanganan perkara ada sekitar 59 orang, diantaranya ada satu orang yang mengambil 2 kavling,” ungkap Agus.

Terkait tandaterima yang didapat dari user kepada user, Agus menjelaskan, “User dikasih tanda terima lunas, juga ada perjanjian jual beli, memang masih dibawah tangan, tetapi di waarmerking sama notaris Ariska sekitar bulan Agustus tahun 2019,” pungkas Agus.

Dikesempatan yang sama ketua paguyuban bernama Tri menjelaskan, “Korban dari pembelian tanah kavling di tahun 2017 itu dijanjikan akan dilakukan pengerukan tahun 2018 tapi tidak ada. Pada saat itu kita bareng-bareng daramh kesana ternyata memang tidak terjadi, akhirnya kita membentuk paguyuban. Sudah ada pelaporan dan semua diserahkan ke kuasa hukum kami,” ungkap Tri (Red)