Surabaya Berita TKP-Com Genangan air yang berlangsung hingga berjam-jam di Jalan Mayjen Sungkono Rabu lalu (15/1) membuat Pemkot Surabaya sibuk. Langkah-langkah strategis untuk mengatasi banjir di wilayah langsung ditangani sendiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kemarin siang (18/1), Risma mendatangi area yang tergenang di sekitar kompleks pertokoan Darmo Park I dan II.

Dalam kegiatan yang berlangsung tak kurang dari dua jam itu, Risma langsung memberikan instruksi berupa strategi untuk mengatasi genangan di kawasan tersebut. Arahan untuk anak buahnya itu tidak hanya lewat kata-kata. Tapi, dia langsung menggambar desain penataan saluran di sebuah buku. Misalnya, terkait dengan penataan kabel-kabel yang dimasukkan ke pipa paralon dan saluran.

Tak dimungkiri, keberadaan kabel itu turut mengganggu aliran air karena ada penyempitan saluran. ’’Ini buat desain sendiri nanti kabelnya dipasang di luar, di curbing. Kemudian, kita kasih klem-klem gitu. Tadi tak suruh bikinkan staf PU (pekerjaan umum) untuk buat itu,’’ ujar Risma setelah sidak Suaranya terdengar serak saat menjelaskan desain tersebut. Dia mengungkapkan sedang banyak aktivitas akhir-akhir ini. Selain meninjau Mayjen Sungkono, kemarin dia bekerja bakti di sekitar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di Jalan Dinoyo.

Desain penataan kabel tersebut memang dibuat khusus. Berdasar perhitungan petugas dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP), ada 14 macam kabel fiber optic di saluran itu. Kabel tersebut akan ditata di luar saluran air yang dilebarkan dari sebelumnya 1,2 x 1,2 meter menjadi 2 x 2 meter. Kabel tersebut akan ditempelkan di curbing yang menjadi pembatas antara jalan dan trotoar. Dengan diletakkan melekat di curbing, kabel tidak akan mengganggu saluran. Selain itu, relatif mudah ditangani apabila butuh perbaikan.

Selain soal kabel, pendalaman, serta pelebaran saluran di sisi utara Jalan Mayjen Sungkono, ada rencana lagi menambah area untuk penampungan air. Risma mengungkapkan, pemkot hendak membuat semacam saluran di dalam area kompleks pertokoan dan perkantoran tersebut. Baik yang berada di sebelah utara maupun selatan jalan itu. Karena lokasinya di dalam kompleks, diperlukan izin terlebih dahulu.

Sudah berkali-kali kita ingin membuat saluran di dalamnya (kompleks pertokoan, Red) itu untuk penampungan. Setelah itu, baru kita masukkan ke saluran. Bu Erna (kepala DPUBMP Surabaya Erna Purnawati) sudah berkali-kali kirim surat,’’ ungkap Risma.

Dari perencanaan DPUBMP, saluran di dalam kompleks pertokoan itu akan sedalam 2 meter, lebar 2 meter, dan panjang 170 meter. Ukuran tersebut memang seperti saluran di luar pagar. Dengan ukuran sebesar itu, air yang bisa ditampung bisa mencapai 680 meter kubik. Jumlah tersebut cukup besar.

Risma menyebutkan, pemkot juga akan membuat tampungan air di depan kompleks TVRI. Tampungan air ditujukan untuk menjadi kontrol agar air tak langsung cepat turun ke bawah di area pertokoan Darmo Park tersebut. Memang, area di sektiar TVRI lebih tinggi daripada Darmo Park.

’’Dari utara kita tangkap seperti embung kecil. Supaya yang turun ke bawah itu bisa dikontrol,’’ jelas Risma.

Ada pula normalisasi saluran yang menghubungkan sisi utara dan selatan Jalan Mayjen Sungkono. Jadi, di beberapa lokasi di bawah jalan tersebut, ada saluran air yang cukup besar. Saluran crossing itu terletak di depan kompleks TVRI, depan mobil 88, dan tak jauh dari jembatan penyeberangan orang (JPO).

Kepala DPUBMP Erna Purnawati menambahkan, ada pula arahan untuk menyiagakan pompa submersible alias pompa celup. Pompa tersebut portabel sehingga bisa dipasang kala dibutuhkan. ’’Kita naruh pompa, terus dikeluarkan airnya,’’ ungkap dia.

Pompa tersebut berkapasitas 2 meter kubik per detik. Untuk aliran listrik guna mendukung pompa tersebut, sudah ada koordinasi dengan dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH). Aliran listrik akan diambilkan dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Kepala Bidang Pematusan DPUBMP Syamsul Hariadi mengungkapkan, selain kabel-kabel, yang cukup mengganggu adalah tiang listrik dan telepon. Sebab, fondasi tiang-tiang itu berada di area saluran air. ’’Nanti kalau tak bisa ya dicor bagaimana adanya. Tapi, saluran di luar pagar nanti dibikin 2 meter lebarnya dan 2 meter dalamnya,’’ ujar Syamsul.

Hingga kemarin sore, para pekerja terlihat mulai membongkar fondasi atas saluran air tak jauh dari halte. Para pekerja terlihat membersihkan saluran air itu dari puing-puing. Berbagai material seperti besi, semen, dan pasir sudah terlihat di lokasi. Pipa-pipa paralon yang dipakai untuk membungkus kabel disingkarkan terlebih dahulu.

Syamsul menuturkan, pengerjaan saluran tersebut memerlukan waktu sekitar sebulan. Selama pengerjaan, saluran tak akan ditutup sehingga air tetap bisa mengalir. ’’Kami upayakan siang malam untuk pengerjaannya. Lembur nanti ini,’’ jelas dia.

Strategi Tangani Banjir di Mayjen Sungkono

1. Normalisasi saluran sisi utara jalan. Sebelumnya berukuran 1,2 x 1,2 meter akan dilebarkan dan didalamkan menjadi 2 x 2 meter. Panjang saluran sekitar 170 meter.

2. Pembuatan penampungan air di dalam lokasi ruko. Ukurannya 2 x 2 meter dengan panjang 170 meter. Bisa menampung 680 meter kubik air.

3. Membuat penampungan berupa long storage dan mini-boezem di daerah yang tinggi di depan TVRI. Ukuran masih dihitung.

4. Normalisasi saluran crossing atau penghubung saluran tepi. Ada lorong air yang menghubungkan saluran di utara dan selatan Jalan Mayjen Sungkono.

5. Siapkan pompa air submersible dengan kapasitas 2 meter kubik per detik.

Kendala – Kendala

– Kabel fiber optic sebanyak 14 unit membuat saluran menyempit.

– Tiang-tiang listrik dan telepon. Total ada 4 unit gardu listrik yang mepet dengan saluran air.(Red)