DPRD Gresik Dalam Pusaran Pansus Banjir Kali Lamong 

0
19
Gresik Berita TKP-Com DPRD Gresik kebanjiran tuntutan masyarakat salah satunya adalah masyarakat meminta di bentuknya pansus Kali Lamong yang sudah menjadi penyebab banjir di Gresik Selatan.
Sebagai mana penjelasan Fandi Ahmad Yani alias Gus Yani Ketua DPRD Gresik saat dengar pendapat dengan Komite Masyarakat Anti Korupsi  (KOMPAK),” sekarang ini DPRD Gresik Kebanjiran Pansus salah satunya pansus Kali Lamong.” ucapnya.
 
Persoalan penyelesaian permasalahan banjir justru sangat urgen dibanding melakasanakan kunker Kungker yang berlebihan. Karena bencana banjir di kota industri ini selalu menghantui warga setiap tahun. Khususnya di wilayah Gresik Selatan. kondisi demikian seharusnya bisa mengetuk hati para wakil rakyat untuk berbenah, dengan memberikan porsi anggaran terhadap permasalahan yang serius di daerah.
Karena masalah banjir di daerah sekitar Kali Lamong, hingga kini belum tuntas. Padahal, pemerintah pusat  minta penyelesaian kasus ini secara  tuntas.  Mereka minta jangan hanya dikeruk dan dikeruk. Justru akan menghabiskan anggaran.Pemerintah pusat mau membiayai penanganan Kali Lamong secara tuntas dengan catatan untuk pembebasan lahan harus dilakukan Pemkab Gresik. Yang menjadi kendala saat ini adalah pembebasan lahan di kanan kiri bantaran Kali Lamong. Saat ini banyak lahan yang telah dijual ke orang lain dan muncul sertifikat.Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. manu pernah mempresentasikan dan menerangkan bahwa Kali Lamong yang memiliki panjang ±130 km termasuk dalam kategori sungai intermitten dengan penampang sungai relative datar. Sungai lamong memiliki 34 anak sungai dengan kapasitas maksimal sungai utama ±250 m3/dt sedangkan debit pada musim hujan dapat mencapai >700 m3/dt.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan bahwa rencana membuat tanggul di Gresik untuk antisipasi banjir Kali Lamong  segera bisa di realisasikan.

Bahkan ia mengatakan bahwa anggaran membuat tanggul senilai Rp 1,04 trilliun akan masuk dalam APBN tahun 2021 mendatang.

Hal itu ia tegaskan lantaran Khofifah sudah mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Bappenas dan Kementerian Keuangan bahwa proyek tanggul Kali Lamong yang juga masuk dalam 218 proyek strategis nasional sesuai Perpres No 80 Tahun 2019 sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Di lampiran Perpres No 80 Tahun 2019 itu eksplisit disebutkan pembangunan tanggul Kali Lamong, nilai proyeknya Rp 1,04 trilliun. dan sudah konfirmasi ke kementerian dan kemenko, dan terkonfirmasi bahwa proyek di perpres yang memandatkan 218 proyek itu sudah masuk dalam RPJMN,” tegas Khofifah

Nah sekarang tinggal DPRD Kabupaten Gresik dengan Pemerintahan Kabupaten Gresik mau menyelesaikan persoalan banjir di Kali Lamong atau pansus Kali Lamong yang didahulukan. Red