Korban Kasus Pengeroyokan Minta Kepastian Hukum kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak

0
23

Surabaya Berita TKP–COM Muhammad Ismail Muzakki (38) warga Dukuh Bulak Banteng Surabaya pada tanggal 10 Oktober 2019 mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk melapor bahwa dirinya dipukul secara bersama sama (dikeroyok) oleh 5 orang.

Ketika ditemui awak media, Muhammad Ismail diwakili penasehat hukumnya bernama Moh. Taufik menceritakan kronologi kliennya dikeroyok. “Pada hari Kamis (10/10/2019)) sekira pukul 15.00 Wib, klien saya ditelepon Achmad Zainal Mochdor (terlapor), didalam perbincangan melalui telepon itu ada perselisihan paham,” ungkap Moh. Taufik. Sabtu (25/1/2020).

“Dan sekira pukul 15.17 Wib, klien saya didatangi Achmad Zainal Mochdor bersama 5 orang temannya, langsung mengeroyok dan memukuli klien saya, saudara klien saya. Klien saya mengalami luka pada leher dan kepalanya memar,” tambahnya.

“Saudara klien saya juga mengalami luka pada bagian kepala, bahu kanan dan kiri, dan tangan kanan, sedangkan sauadara satunya luka dibagian kepala dan tangan,” ungkap Moh. Taufik.

“Pengeroyokan itu dengan membawa sajam berbentuk pedang, mereka datang di rumah korban. Dan sebenarnya itu persoalan keluarga yakni persoalan waris, tetapi terus adanya pengeroyokan itu,” tambah Moh Taufik.

“Saya dapat info bahwa terlapor sudah dijadikan tersangka dan ditahan, tetapi kami belum mengecek langsung informasi itu, karena perkembangan laporannya kami tidak tahu. Klien kami mulai laporan sampai sekarang belum dapat surat SP2HP, dan baru dijanjikan akan diberikan hari Senin depan ini, setelah kami menyurati pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” tuturnya.

“Kami berharap bahwa kasus ini terus berjalan, dan kamu dapat info bahwa tersangka akan melakukan upaya penangguhan tahanan. Memang itu privacy penyidik Polres, tapi melihat pasal yang disangkakan pasal 170 dengan ancaman tuntutan lebih dari 5 tahun, sebenarnya kami berpendapat penyidik tidak ada alasan mengabulkan penangguhan permohonan tersangka,” tutup Moh. Taufik.

Dikesempatan yang sama, Hj. Siti Husnia saudari Muhammad Ismail yang ikut terkena pukulan mengatakan bahwa meminta kepastian hukum, “Saya malu atas kejadian ini, karena ini menyangkut keluarga besar saya, dan saya juga menuntut keadilan dan kepastian hukum atas penggeroyokan ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui pelaporan pengeroyokan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, korban telah menerima Surat Tanda Bukti Pelaporan, nomor: STPL: 324/ X /2019/ Jatim /Res Pel Tg Perak. Tertanggal 10 Oktober 2019. Dan awak media akan melakukan konfirmasi kepihak pihak terkait tentang perkara ini. (Red)