Ancam Bunuh Wartawan di SPBU Probolinggo. Forum Pemred Siap Lapor Ke Polda.

0
173
Ilustrasi
Ilustrasi

Probolinggo Berita TKPCom Pemberitaan sebelumnya media RepublikNews,id dengan judul “Sopir Dump Truk Ancam Wartawan RNews dan LSM Pakai Clurit” dan sudah viral di puluhan media lantaran seorang sopir dump truck yang tak mau di dokumentasi kegiatannya di SPBU Kademangan dan di konfirmasi oleh wartawan, sopir dumptruck yang lagi mengisi BBM Subsidi di SPBU Kademan Probolinggo ancam wartawan RepublikNews dan Sinar Pos juga anggota LSM LIRA dengan sok jagoan melakukan pengancaman dengan memakai sebilah clurit.

Kejadian ini terjadi dan bermula saat awak media ini mau mengisi BBM di SPBU Kademangan Probolinggo dan beristirahat sejenak sambil ketoilet,Rabu pagi (22/01) jam 01.00 wib. Tanpa sengaja melihat ada satu kendaraan besar jenis dumptruck juga mengisi solar di lokasi yang sama. Dalam membeli solar bersubsidi terlihat ada gelagat yang tak wajar.

Atas kejadian ini, Redaksi RepublikNews bersama Tim Advokasi juga beberapa Pimpinan Redaksi dan wartawan Sepakat akan melaporkan sang sopir yang diduga juga seorang oknum anggota TNI.

Selain itu sang pengusaha dan pemilik SPBU juga akan di adukan ke Polda Jatim dan pemilik SPBU ke PT. Pertamina.

Agus, salah satu dari 5 tim advokasi dari redaksi RepublikNews yang sudah disiapkan pimpinan Redaksi dalam keterangannya menyampaikan, ”Beberapa data sudah kita kumpulkan dan para tim advokasi sudah membuat draf laporan juga pengaduan, kalau semua berkas sudah lengkap untuk memenuhi unsur pelaporan, dalam minggu ini juga kita akan ke Polda Jatim dan PT. Pertamina,”kata Agus.

Sementara itu Pimpinan Redaksi, Simon Bunadi mengatakan semua data sudah lengkap, wartawan Republik News sendiri yang saat itu mendapat ancam secara langsung dan beberapa temannya dari LSM juga sudah memberikan keterangan.

“Semua sudah saya serahkan ke tim advokasi dan 5 tim advokasi sudah saya pasrahi untuk melanjutkan perkara ini ke jalur hukum, semua akan kami adukan ke pihak yang berwajib, baik yang pelaku pengancaman, sang pengusaha/ penadah BBM dan juga pemilik SPBU,”tukasnya.

Kita juga sudah koordinasi dengan salah satu anggota Denpom Kodam V Brawijaya, dan sudah ditunggu data data terkait oknum TNI yang diduga terlibat dalam kasus pengancaman tersebut,” tegas Aktivis Surabaya itu.(Ariwan)