LSM Topan RI Dan Kades Plesanggar Menyoroti Pekerjaan Proyek TPJ (Tembok Penahan Jalan)

Pamekasan TKP-Com proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ), yang saat ini hampir 100% sudah selesai namun pekerjaan tersebut masih menjadi polemik dikalangan masyrakat dan Lemabaga Swadya Masyarakat (LSM) 01.03.2020.

Proyek yang berada di dusun Kamoning Tengah desa Palesannggar kecamatan Pegantenan kabupaten Pamekasan menjadi sorotan serius, pasalnya pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spek dan pekerjaannya sangat jelek.

Syafii, salah satu anggota LSM Topan RI setelah mendatangi langsung ke lokasi pekerjaan proyek telah menemukan beberapa kejanggalan yang dilakukan olek pihak pelaksana,
salah satunya yaitu tidak ada papan informasi di lokasi pekerjaan. Diduga pihak pelaksana menyembunyikan anggaran agar masyarakat tidak mengetahui berapa besarnya angaran dan volume proyek TPJ tersebut.
” Dari segi kualitas pekerjaannya sangat jelek, karena adonan pasir dan semen diduga tidak mengikuti aturan, Bahkan pasirnya memakai pasir lokal atau yang disebut abu sirtu ” tutur syafii.
Berdasarkan keterangan masyarakat yang berinisial SR saat dikonfirmasi awak media Berita TKP Mengatakan, bahwa
,” memang dari awal pekerjaan tersebut sangat jelek dan tidak ada galinnya sama sekali hanya saja dikerjakan asal asalan, dan pondasinya memang tidak ada galiannya,” tutur masyrakat setempat.

Kades Plesanggar, Abdulqodir Jailani saat di temui langsung di kediamannya untuk dimintai keterangan terkait pekerjaan proyek yang ada di desanaya mengatakan, bahwa ,” Pekerjaan itu saya tidak tahu siapa yang memiliki, karena sampai saat ini pemilik proyek
tidak pernah memeberi tahukan kepada saya,” terang kades.

Lebih lanjut kades Pelesanngar Kadir sapaan akrabnya, mengaku kecewa terhadap pekerjaan tersebut, karena pihak pelaksana tidak pernah memeberi tahu pada saya, dan pekerjaanya sangat jelek, sehingga pekerjaan tersebut menjadi perbincangan dikalangan masyrakat dan tidak memeberikan manfaat yang baik kepada msyrakat, bahkan ,” saya tidak akan memeberikan tanda tangan ketika nanti serah terima pekerjaan, kecuali pihak pelaksana bekerja sesuai dengan spek pekerjaannya,” tegas Kades.
” Saya kecewa mas, karena tidak pernah ada pelaksana yang memeberi tahu kepada saya dan pekerjaannya sangat jelek saya selaku Kepala Desa tidak akan memenerikan tandatangan ketika sudah serah terima pekerjaan,” Jelas Kades dengan nada kesal.

Hal inilah yang membuat Media Berita TKP selalu memantau sejauh mana proyek ini dikerjakan. Kalau tidak sesuai prosedur pengerjaan pasti yang kena dampaknya masyarakat sekitar. Untuk itu pihak Dinas terkait agar segera cross cek dan memantau diproyek tersebut, terkhusus Pelaksana Pemkab yang sudah terpilih agar ikut bertanggung jawab. Kalau tidak sesuai pengerjaannya, maka proyek harus dibongkar.

Reporter: taem