Kasus Perumahan SyariahDilimpahkan Ke Kejari Tanjung Perak Surabaya

0
56

Surabaya Berita TKP–com M. Sidiq Sarjono, Dirut PT Cahaya Mentari Pratama (CMP) yang menjadi tersangka dalam perkara tipu gelap perumahan Syariah Multazam Islamic Residence, diserahkan penyidik Polrestabes Surabaya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak.

“Hari ini kami terima pelimpahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti atas nama M. Sidiq Sarjono. Yang bersangkutan disangkakan oleh penyidik Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 372 KUHPidana,”terang Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Erick Ludfyansyah pada wartawan usai pelimpahan tahap II, Senin (02/03).

Erick menambahkan, dalam kasus ini pihaknya melanjutkan penahanan dari penyidik kepolisian dan selanjutnya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan. “Di penyidik ditahan, kami hanya melanjutkan. Yang bersangkutan ditahan dua puluh hari kedepan dan berkas perkara segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan,”imbuhnya.

Lebih lanjut kata Erick, pada kasus ini, tersangka M. Sidiq Sarjono dilaporkan oleh Judi Saherul Alim yang mengalami kerugian sebesar ratusan juta rupiah. “Kerugian yang dialami korban sebesar Rp 354 juta,”jelasnya.

Sementara, JPU Sulfikar selaku jaksa yang menangani perkara ini membantah ada keterlibatan Ustad Yusuf Mansyur dalam kasus ini. “Di BAP perkara ini tidak ada. Memang modus penipuannya, tersangka mencatut nama Ustad Yusuf Mansyur,”terang pria yang menjabat sebagai Kasubsi Penuntutan di Kejari Tanjung Perak.

Dari pantauan di kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, tersangka M. Sidiq Sarjono menjalani tahap II sekitar pukul 10.30 WIB dan berahkir pukul 11. 30 WIB. Selanjutnya sekitar pukul 14.15, tersangka dibawa ke Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng.

Diketahui, Sebelumnya dalam press rilis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (6/2) Polisi menyebut ada 32 orang pembeli perumahan syariah yang ditipu oleh tersangka Sidik. Belum lagi yang dilaporkan ke Polda Jatim dan Polres Sidoarjo. Namun faktanya, kasus ini baru satu laporan yang berjalan ke tahap penuntutan. (Red)