Persengkongkolan Jahat SPBU Dan Wito Mafia Solar Ilegal

0
234
Wito Pelaku Mafia BBM Bersubsidi dan Mobil isuzu panther warna merah yang sudah di modif tiap hari untuk mengangkut Solar 

Kediri Berita TKP-Com

Aksi mafia BBM jenis Solar Subsidi di Jawa Timur (Jatim) semakin intens. Penegak hukum di wilayah Kediri diminta tanggap untuk membasmi para mafia yang penyelewengan BBM bersubsidi. Pasalnya, pencurian jenis Solar Subsidi tersebut sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan Solar Subsidi.

Aksi pencurian Solar Bersubsi kembali terjadi. Kali ini terjadi di salah satu wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya di Desa nyawangan yakni SPBU 54 .641.18.

Pantauan awak media pengambilan Solar Subsidi besar-besaran diduga telah dilakukan menggunakan mobil modifikasi jenis Panther warna merah dengan nomor polisi AG 12 66 RN, dan di belakangnya terdapat sebuah lempengan plat besi yang telah dimodifikasi dibuat khusus  oleh mafia  Solar BBM  dengan kapasitas 2000 liter, yang terjadi beberapa waktu lalu, Rabu, 18  Maret 2020.

modus pencurian Solar BBM tersebut dengan cara kerjasama dengan pihak Manager maupun Owner SPBU untuk mencari keuntungan lebih. Cara seperti itu, order dari SPBU tersebut ke Pihak Pertamina Surabaya semakin cepat, seakan-akan pengguna Solar masyarakat di Kediri sangat banyak. Padahal tidak sama dengan realitanya.

Dalam menangani BBM tersebut, pihak Pertamina Pusat Jakarta bersinergi dengan Pertamina Jawa Timur untuk menurunkan tim investigasi dalam menangani Solar Subsidi yang diperuntukan untuk masyarakat, tapi dimanfaatkan oleh mafia BBM bersubsidi Masyarakat pun berharap secepatnya ada tindakan tegas terhadap mafia BBM tersebut.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur pun akan tegas memberikan sanksi kepada  SPBU di Kediri yang terbukti memfasilitasi atau melakukan penyimpangan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi, yaitu jenis Solar kepada mafia Solar.

Humas Pertamina, Edi saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa pihaknya akan menindak tegas, dan memberikan sanksi berupa pemberhentian pasokan BBM ke SPBU Tersebut.ucapnya.

“Ya akan kita lihat dari berat pelanggaran yang dilakukan. Bahkan bila masih mengulangi, SPBU tersebut bisa dicabut atau pemutusan hubungan kerja,” tuturnya, Minggu, 22 Maret 2020.kepada awak media Kontras independent.

“Silahkan laporkan ke pihak Disperindag dan Kepolisian kalau karyawan dan Manager bermasalah. Kalau kami dari Pertamina hanya memberikan sanksi kepada SPBU,” imbuh Edi.awak media Kontras independent(dang/Ismail)