Tiga Wanita Penjaga Warung Pangkuh Saat di grebek aparat  gabungan 

Gresik Berita TKP-Com Di saat semua orang melakukan Physical Distancing di tengah pandemi corona atau covid-19, masih ada saja cafe yang didatangi sejumlah pengunjung. Alunan lagu dangdut yang terdengar keras menggema disebuah cafe terpaksa berhenti saat didatangi petugas gabungan di Kecamatan Manyar.

Padahal, menurut data sebaran covid-19 jumlah pasien positif corona di Gresik ada 4 orang. Dua di antaranya berasal dari Kecamatan Manyar. Nah, Kecamatan ini juga menjadi yang tertinggi dalam penyebaran covid-19. Total ada 113 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan 14 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Cafe di Desa Peganden, Kecamatan Manyar ini didatangi polisi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), perangkat Kecamatan Manyar dan Desa Peganden. Keberadaan cafe yang dilengkapi dengan fasilitas karaoke itu membuat resah warga selama ini.

Ada tiga wanita yang didata oleh Satpol PP. Petugas juga menyisir cafe tersebut .Dengan mudah sejumlah botol miras berbagai merk ditemukan. Tidak hanya itu, satu jeriken besar berisi arak juga ditemukan.

Minuman beralkohol ini ternyata dijual bebas di cafe milik Endang Sulaseh.
Dalam razia ini, total ada sekitar 50 warga Desa Peganden ikut dalam razia.
Mereka resah, sebab keberadaan cafe ini sering digunakan minum-minuman keras.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya cafe yang diberi nama Cafe Devi ini merupakan rumah makan, dikarenakan sepi kemudian berubah menjadi cafe sudah lima bulan ini beroperasi .Selain itu pelayan cafe rata-rata adalah perempuan muda.

Selama ini cafe tersebut digunakan pesta minuman keras terbukti dengan banyaknya botol minuman keras berbagai merek. Adapun alat seperangkat VCD disita oleh pihak Satpol PP beserta berbagai botol miras berbagai merk yang sudah dalam kondusi kosong.

Wakapolsek Manyar, Ipda M Yasin mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan mendatangi cafe tersebut. Meski banyak warga yang ikut, tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan.

“Harapan warga agar pemilik diproses karena meresahkan warga termasuk cafe Devi harus ditutup tidak ada lagi kegiatan sama sekali karena warga sudah tidak berkehendak adanya cafee tersebut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2020).

Kepala Dinas Satpol PP, Abu Hasan menambahkan Selanjutnya pemilik Cafee Devi beserta anak buahnya diamankan Satpol PP untuk dilakukan penindakan lebih lanjut. Kemudian warga beserta Kades Peganden membubarkan diri.

Pihaknya tidak satu, dua kali saja melakukan pembubaran di cafe, warung atau tempat ramai lainnya di tengah Pandemi Corona. Tidak hanya saat malam hari. Pada pagi hari, pihaknya juga melakukan razia. Jika ditemukan pelajar yang keluyuran atau masih nongkrong maka akan diminta untuk pulang belajar di rumah Red