Oknum Panitia PTSL Melanggar Perbup Bojonegoro

0
279

Bojonegoro,Berita Tkp.Com Dalam rangka memberikan jaminan kepastian hukum atas tanah masyarakat yang belum memilki bukti kepemilikan hak atas tanah yang lengkap, maka di perlukan pelaksanaan pendaftaran tanah sistemais yang lengkap sesuai peraturan perundang undangan, yang salah satu pentahapanya melalui persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap PTSL ) sebagai payung hukum dalam pelaksanaanya.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menetapkan Peraturan Bupati ( Perbup ) tentang pembiayaan persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau sering di sebut PTSL dengan Peraturan Bupati Bojonegoro no.53 tahun 2017.

Dengan terbitnya peraturan tersebut, di sambut antusias oleh masarakat Bojonegoro, tak terkecuali masyarakat Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pada tahun 2016, Desa Sumur Agung mendapat jatah sejumlah 350 bidang PTSL dan tahun 2017 mendapat jatah 500 bidang PTSL, namun demikian antusias masyarakat tidak di barengi dengan pelaksanaan yang transparan, betapa tidak, masyarakat Desa Sumur Agung di kejutkan dengan biaya pemungutan untuk PTSL lebih tinggi dari ketentuan Peraturan Bupati no.53 tahun 2017 terkait pembiayaan persiapan pendaftaran tanah.

Rabu,18 maret 2020, awak media ini melakukan investigasi di lapangan, al hasil di temukan keluhan masyarakat Desa Sumur Agung terkait biaya pengurusan PTSL, Menurut salah satu warga mengatakan, bahwa, ” Saya ikut Program PTSL tahun 2016 bayar Rp.500.000,- ,” ujar pak Mar kepada awak media ini. Senada dengan pak Mar, pak Sam juga mengatakan, ” Saya juga bayar Rp.500.000 satu bidang tahun 2016 dan Rp.600.000.-tahun 2017, ” jelas pak Sam.

Lebih menarik lagi pak Mun juga mengatakan, ” Saya juga bayar Rp.500.000 thn 2016 dan Rp.600.000.-tahun 2017, sampai saat ini kami belum pernah di kumpulkan oleh panitia sebagai peserta PTSL tentang Pertanggung Jawaban Keuanganya.

Selanjutnya wartawan berita tkp.com mengkonfirmasi panitia PTSL sdr mbah wo yang juga perangkat desa, mengatakan ” ya mas, di Desa Sumur Agung tahun 2016 dapat jatah 350 bidang atas kesepakatan bersama tiap bidang di Tarik Rp.500.000.-(Lima Ratus Ribu Rupiah ) Sedangkan tahun 2017 di Tarik Rp.600.000.-( Enam Ratus Ribu Rupiah ) terang mbah Wo. Senada dengan mbah Wo, pak Riadi selaku Panitia PTSL mengatakan, ” Biaya PTSL tahun 2016 dan tahun 2017 sudah di sepakati bersama tentang pembiayaanya dan tidak ada masalah apa apapun ,” ujar Riadi.

Jika mengacu pada Perbup.no,53 tahun 2017, tentang biaya PTSL sebesar Rp.150.000 untuk perbidangnya. Patut di duga ada penyimpangan dalam pelaksananya, dengan asumsi, ika perbidang biaya Rp.150.000,- x 350 = Rp.52 500.000.- dan Rp.150.000 X500 = Rp.75.000.000.-sementara biaya penarikannya;Rp.500.000 X 350 = Rp.175.000.000,- dan 500 x Rp.600.000,- = Rp.300.000.000,-. ( jok )