Pemilik Rumah Laporkan Mutmainah Ke Jalur Hukum

0
98
Jombang Berita TKP-COM  keterbatasan komunikasi disebabkan jarak antar kota serta bersikap pendiam namun   bersemangat untuk bekerja, merupakan hal yang sangat mulia dikarenakan tidak pernah ikut campur urusan orang lain dan tidak pernah menggubris buah bibir pembicaraan orang yang tidak bertuan dan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Akan tetapi sikap diam tersebut juga mempunyai  kelemahan disaat terbentur dengan adanya fitnah hingga menjadi polemik dan santer menjadi pembicaraan warga desa seakan-akan yang bersikap diam inilah yang melakukan kesalahan,
Polemik dan fitnah ini menimpah pada lelaki purabaya ber-usia 72 tahun asal kelahiran Jombang, bernama Kaderi yang mengabdikan dirinya sebagai juru parkir di area kantor pemkot Ibu-Kota Jawatimur.
Pasalnya, Lahan seluas 112M2 dengan berdiri bangunan rumah P.15m X L.6m berkamar 2 ruangan a/n pemilik Kaderi diserobot oleh orang lain bernama Mutmainah dan berupaya menguasai rumah milik Kaderi, dengan dalih bahwasannya Mutmainah punya hak berdasarkan ahli waris.
Ironisnya, dengan upaya dan cara yang direncanakan oleh Mutmainah selalu gagal hingga sampai “Mutmainah sempat nekat mencuri surat rumah milik saya di dalam rumah kontrakan saya di Surabaya”. Akan tetapi Kaderi memaafkan dan tidak melaporkan kepada pihak berwajib dikarenakan kasihan, Ungkap Kaderi.
Berawal dari rasa iba dengan sangat memprihatinkan, Kaderi saat 20 tahun yang lalu melihat kondisi Mutmainah punya 6 anak dibawah usia 5-10 tahun, dengan finansial menengah kebawah alias  tidak mampu, Kaderi mempersilahkan Mutmainah dan suaminya yang pertama serta 6 anaknya yang masih kecil-kecil untuk menempati dan tidur di rumah Kaderi, bahkan untuk biaya sekolah dan makan dalam keseharian-nya pun ditanggung oleh Kaderi, imbuhnya.
Hingga saat sekarang 6 anak tersebut, sudah menikah 4 orang dan punya anak serta 2 orang lainnya barusan lulus sekolah, Mutmainah cerai hidup dengan suami pertama lalu menikah lagi dengan suami kedua dan sekarang Mutmainah dalam status janda beranak 6 bercucu 4.
Kendati demikian, yang sekarang menempati rumah Kaderi yaitu, Mutmainah, 4 anaknya, 4 menantunya, 2 anak yang baru lulus sekolah, dan 4 cucunya. Jikalau Kaderi pulang kerumah jombang dikarenakan libur kerja, Mutmainah selalu membentak-bentak bahkan Kaderi didoktrin untuk tidur dilantai ruang tamu bahkan siapapun  tamu Kaderi yang datang dirumah Kaderi langsung di usir oleh Mutmainah. merasakan perlakuan Mutmainah yang makin lama kian melunjak, Kaderi selaku pemilik rumah tetap sabar bersikap diam dan mengalah dikarenakan anak kandung Kaderi sudah tidak ada usia tertabrak kereta api.
Kepedihan hati Kaderi  hanyalah bisa dipasrahkan pada sang ilahi, tutur Kaderi.
Secara terpish Amrully Djatmiko selaku kuasa hukum Kaderi menegaskan akan mendampingi, membela, dan memperjuangkan hak Kaderi berdasarkan bukti-bukti valid dan akan melakukan tuntutan pada jalur hukum kepada Mutmainah atau pihak siapun apabila tetap menghalangi hak kepemilikan lahan 112M2 yang berdiri bangunan rumah P.15M X L.6M a/n Pemilik Kaderi, papar Amrully Djatmiko
Perangkat desa sudah melakukan mediasi bahkan pihak kuasa hukum Kaderi juga sudah mediasi secara etika, namun Mutmainah tetap tidak mau meninggalkan rumah milik Kaderi, hingga Kaderi bersama kuasa hukumnya melakukan Pengaduan pada Polsek Mojoagung-Jombang.
Bersambung,,,,