PDAM Lakukan Tagihan Keterlambatan Konsumen Secara Sepihak

0
100
Surabaya Berita TKP-Com Adanya peraturan yang wajib diluruskan oleh kepala pimpinan dengan penuh tanggung jawab serta kebijakan, merupakan perihal yang Lazim dalam menjalankan tugas sesuai tupoksi pekerjaan tersebut dengan jabatan yang disandangnya.
Mengingat adanya kejadian yang menimpah pada salah satu warga surabaya, kasri sebagai  pelanggan PDAM dengan nomor pelanggan 5028744 spontan merasa kaget dengan munculnya surat tagihan senilai Rp.1.385.000,- dari pihak PDAM tertera keterangan bahwa dikarenakan a/n pelanggan belum membayar berturut-turut selama dua bulan terhitung semenjak bulan april dan mei hingga masuk pada bulan juni Aba To (nama panggilan akrab) pemilik/penghuni rumah domisili banyu urip jaya 3/26 mendapati surat tagihan tersebut, papar To.
Kendati demikian, apabila pelanggan tidak membayar keterlambatan  biaya kontribusi tagihan air selama dua bulan serta tidak membayar senilai Rp.1.385.000,- maka pihak PDAM akan melakukan pencopotan hak penggunaan air pada pelanggan, imbuhnya.
Secara terpisah, berselang usai mendapati surat pemberitahuan dari pihak PDAM, Aba To bergegas mendatangi kantor PDAM untuk melakukan klarifikasi dan meminta dispensasi berharap agar pihak PDAM tidak melakukan pencopotan hak penggunaan air PDAM dikarenakan pemilik/penghuni masih membutuhkan air tersebut dan masih sanggup untuk membayar tagihan penggunaan air seperti pada saat bulan sebelumnya.
Namun pada saat di klarifikasikan oleh Aba To pihak PDAM menjawab ” selama pihak pelanggan tidak bisa membayar senilai Rp.1.385.000,- uang resplang (pembukaan blokir) maka kita sebagai pihak PDAM tidak bisa membantu, Ungkap To.
Ironisnya, bersamaan dengan adanya dampak pandemi covid-19 serta berlakunya PSBB secara efektif semenjak bulan maret, segenap masyarakat mengalami kemerosotan financial yang begitu drastis hingga perihal inipun dialami secara nyata oleh pemilik/penghuni rumah yang menggunakan air PDAM.
Saat diwawancara, Aba To memaparkan ” saya masih sanggup untuk melakukan keterlambatan pembayaran selama dua bulan kemarin terhitung semenjak bulan April dan Juni, akan tetapi kenapa pihak PDAM justru meng-haruskan saya untuk membayar denda senilai Rp.1.385.000,- , apakah saya melakukan pelanggaran hingga hak saya sebagai pelanggan penggunaan air PDAM akan dicopot”, tegasnya.
Bersambung,,,,red