Bisnis Kuliner New Normal, Kebab Turki Baba Rafi

0
90

Surabaya Berita TKP-Com Saat ini, pemberlakuan transisi menuju New Normal membuat para pengusaha bersiap-siap dengan kebiasaan-kebiasaan baru untuk memenuhi kebutuhan para pegawai dan kosumen. Hal ini yang dilakukan di Kebab Turki Baba Rafi.

Dilansir dari halaman akun Instagram resminya @babarafiofficial, waralaba kebab asal Indonesia ini baru saja meluncurkan Dapur Virtual Kebab Turki Baba Rafi sebagai salah satu inovasi selama masa pandemi.

“Selama masa pandemi, 90% dari seluruh penjualan produk kami terjadi secara online melalui aplikasi ojek online. Ini berarti justru memberikan peluang yang bagus bagi para pemilik-pemilik usaha rumahan yang belum memiliki outlet secara fisik, karena mereka justru lebih mudah dijangkau oleh pelanggan,” beber CEO Baba Rafi, Hendy Setiono. Sabtu, (20/6/2020).

Hendy menilai, dapur virtual akan menjadi kesempatan yang baik untuk berinvestasi di masa-masa seperti ini. Karena industri kuliner tidak sepenuhnya mati akibat pandemi, jika kita dapat beradaptasi dan mau berinovasi.

Dapur virtual yang ia gagas ini dinilai lebih mudah dan terjangkau karena tidak memerlukan biaya investasi yang tinggi dan dapat dioperasikan dari rumah saja, sehingga dapat sangat menghemat biaya operasional seperti biaya sewa tempat.

“Yang tadinya perlu ratusan juta untuk memulai usaha kuliner, kini kami dapat menghadirkan pilihan yang jauh lebih terjangkau. Karena dapur virtual dapat memangkas banyak biaya, yang biasanya diperlukan untuk membuka outlet fisik,” tambah Hendy, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut Hendy, bagi para pemilik restoran yang usahanya lesu selama masa pandemi, juga dapat bergabung menjadi mitra dapur virtual Baba Rafi dengan memanfaatkan fasilitas dapur yang sudah ada.

Para pengusaha restoran juga dapat bergabung menjadi mitra dapur virtual kami. Restoran yang selama pandemi dapurnya cukup sepi, aktivitas dapat kembali normal dengan tergabung menjadi mitra dapur virtual,” sambungnya.

Lanjut Hendy, setelah belasan tahun kami beroperasi, dan mengandalkan outlet-outlet secara offline.

“Kami mulai fokus untuk mengembangkan dapur virtual atau dapur online sehingga dapat mudah dijangkau oleh para pelanggan, dan juga memberikan kesempatan investasi yang bagus bagi para mitra kami,” lugas Hendy.

Sejak didirikan tahun 2003, Kebab Turki Baba Rafi telah memiliki kurang lebih 1300 outlet yang tersebar di 10 negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Cina, dan masih banyak lainnya. Beragam penghargaan baik nasional maupun internasional juga telah diraih waralaba satu ini.(Red)