Mengaku Anggota Intelkam Polda Jatim, 2 Orang Ditangkap Satreskrim Polres Malang

0
89

Malang Berita TKP -Com Satreskrim Polres Malang menangkap dua pelaku kejahatan yang mengaku sebagai anggota Intelkam Polda Jawa Timur. Mereka melakukan pemerasan kepada korban hingga Rp 50juta

Kedua tersangka itu yakni Mohammad Ropingi (38) warga Desa Arjosari Kecamatan Kalipare dan Imam (47) warga Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, kejadian bermula pada 28 Juli 2020, ketika korban ingin mengirimkan barang ke sebuah toko yang berada di wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang. Ia mengendarai mobil boks.

Namun ketika dalam perjalanan, korban tiba-tiba dihadang oleh komplotan pelaku. “Saat itulah, para pelaku mengaku sebagai anggota Satuan Intelkam Polda Jatim, melakukan intimidasi dan pemerasan dengan alasan membawa barang palsu. Padahal barang yang dibawa itu resmi. Pada saat itu juga korban ketakutan, dan disuruh menyetorkan uang sebesar Rp 50 juta,” ungkap Hendri dalam konferensi pers di mapolres, Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2020).

Karena tak memiliki uang yang diminta pelaku, kata Hendri, korban akhirnya mengajak pelaku ke rumah juragan dari minyak urut tersebut. “Sesampainya di kediaman bosnya korban, pelaku mendapatkan apa yang diinginkan. Yaitu mendapatkan uang tunai sebesar Rp 50 juta,” terang Hendri.

Namun beberapa hari kemudian, korban akhirnya sadar telah menjadi korban penipuan. Hingga akhirnya korban melapor pada 1 Agustus 2020.

“Hasil penyelidikan satreskrim, akhirnya berhasil membongkar identitas pelaku, sekaligus kemudian mengamankan keduanya,” tambah Hendri.

“Ternyata ada 2 orang lain yang menjadi komplotan pelaku. Di antaranya berinisial ES dan ADP dan masih buron. Dari pelaku yang masih buron itu, salah satunya adalah otak dari kejahatan ini. Yang mana memiliki lencana kepolisian ketika beraksi untuk memperdaya korban,” tutur Hendri.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 1,9 juta, dua unit smartphone, satu unit sepeda motor dan satu unit mobil yang digunakan tersangka untuk beraksi. Lalu satu buah borgol, satu senjata api jenis airsoft gun, dan empat kartu ATM.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang pemerasan dan penipuan. Dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara (Wafa)