Gresik.Beritatkp.com Mengungkap mitos Misteri Bahu Laweyan Kami dari tiem investigasi Awak media Berita Tkp mengunjungi Seorang Paranormal muda Asal Gresik Selatan di kenal dengan Sebutan Cak Arif Kamipun beserta tiem Bertandang ke Rumah Beliau Menanyakan tentang mitos Tersebut.

Setelah Sampek di Padepokan Beliau , kamipun di persilakan dengan Rama dan Akhirnya masuklah ke materi yang Kita-tunggu yakni Mengungkap mitos Bahu laweyen.

Apa sih bahu laweyan itu……..???.
Sebagai bagian khultur dari masyarakat jawa kita sering mendengar, Si A itu adalah wanita bahu laweyan….., benarkah….?, lalu wanita mana yang dimaksud……???.

Memang……., orang tua kita dulu sering menasehati anak-anaknya agar selalu berhati-hati dalam memilih calon istri, karena pernikahan yang akan dijalani adalah proses perjalanan hidup yang tidak bisa dibuat main-main, maka dari itu para pendahulu kita menciptakan apa yang dinamakan bias gender, yaitu Ilmu Katuranggan Wanita yang harus memperhatikan bibit, bebet dan bobot sebagai pertimbangan utama dalam memilih calon istri……….., dan bahu laweyan sendiri sebetulnya adalah salah satu bentuk katuranggan yang melekat pada diri seorang wanita yang seyogyanya harus dihindari untuk dijadikan istri, itu pesan dari Eyang Kakung lho nggih………..!!! Ungkap cak Arif dengan Senyum Ramanya.

Cerita yang berkembang dimasyarakat umum kebanyakan hanya sebatas cerita tutur yang berkembang dari mulut kemulut yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran mutlak, meskipun belum ada bukti secara empiris

Meskipun dalam literatur Jawa kuno dibabarkan beberapa ciri fisik tertentu terkait wanita bahu laweyan, tetapi untuk memastikan ciri-ciri fisik wanita bahu laweyan sendiri tidaklah mudah, hanya orang-orang yg punya waskita tinggi saja yang bisa mendeteksi kebenarannya karena pembuktiannya adalah dengan cara menjalani hidup bersamanya, hal ini disebabkan bahu laweyan itu lebih terlihat dari kejadian yang muncul setelah seorang pria menjalani hidup bersama wanita yang dianggap bahu laweyan.

Dalam literatur Jawa kuno cerita Cak Arif dengan semangat bahu laweyan digambarkan sebagai wanita dengan ciri-ciri dari salah satu dibawah ini :

– Mempunyai Toh/Tompel atau Tahi Lalat Besar yang ada dibahu kirinya

– Mempunyai Toh tepat diatas kemaluannya

– Mempunyai Lubang yang terletak tepat di tengah punggungnya, lubang itu bentuknya seperti lesung pipi wanita

– Mempunyai bahu yang melengkung seperti busur panah

Dan perlu diketahui……., menurut cerita pendahulu kita wanita yang menyandang bahu laweyan pada umumnya berwajah sangat cantik dan menggoda, tetapi mempunyai tatapan mata yang tajam dan menyeramkan

Menurut Cerita Tutur itu pula ciri Toh/Tompel atau Tahi Lalat Besar yang melekat pada wanita bahu laweyan adalah merupakan simbol sosok iblis/setan yang diyakini masuk ketubuh seorang wanita, tetapi kemunculan Toh ini terjadi pada saat wanita itu beranjak dewasa yang ditandai dengan masa haid untuk pertama kalinya, dan pada saat itulah setan/iblis akan berusaha mencari sosok yang bisa ditempati tanda khusus darinya………..!!!.

Dan hal ini biasanya memang sangat terkait dengan latar belakang kehidupan wanita dan keluarganya…….., maka arti kemunculan wanita bahu laweyan bisa jadi merupakan konsekwensi sebuah laku ritual sesat yang imbasnya adalah pada salah satu anggota keluarganya dan bukan bawaan lahir wanita itu, sebab faktanya adalah wanita yang mempunyai tanda lahir seperti Toh, Lubang dipunggung dan bahu melengkung yang dianggap sebagai simbol dari hadirnya iblis/setan yang melekat pada dirinya ternyata setelah berumah tangga baik-baik saja.

Pada saat wanita terpilih menyandang predikat bahu laweyan maka dalam dirinya melekat juga sifat-sifat iblis/setan, jiwanya sudah tergantikan oleh setan yang haus akan darah dan akan terus mencari korban demi kelangsungan hidupnya, sehingga imbasnya wanita itu akan mencari korban nyawa yang diambil dari para pria yang menikahinya….., sehingga tak heran masyarakat Jawa kuno dulu menyebut wanita dengan predikat bahu laweyan adalah sebagai wanita Titisan Iblis/Setan.

Dari Cerita tersebut diTuturkan pula menurut Petuah Cak Arif untuk semua anak cucunya : Meskipun wanita bahu laweyan adalah sosok yang haus darah, tetapi bisa jadi tidak berlangsung selama hidupnya…….., sebab saat wanita tersebut telah memakan korban sebanyak 7 pria, maka setan atau iblis yang merasuk dalam tubuhnya akan pergi dan berganti jiwa wanita itu yang sesungguhnya, sehingga pada saat pernikahannya yang ke-8 sudah tidak akan memakan korban pria lagi, hanya kemampuannya untuk memiliki anak akan sulit terwujut karena setan yang sebelumnya menempati tubuhnya telah merusak system reproduksinya.
Tetapi…………, wanita yang menyandang predikat bahu laweyan dapat dikatakan hampir mustahil bisa kembali normal, sebab belum sampai menggenapi korbannya menjadi 7 pria biasanya sudah tidak ada lagi pria yang mau berhubungan dengannya, sehingga hampir bisa dipastikan ia akan menjalani kesendiriannya sampai mati…..!!!.

Korban 7 pria sepertinya sudah diyakini menjadi syarat mutlak untuk bisa kembali sebagai wanita normal lagi……, sungguh beban hidup yang sangat berat oh my Good !!!, maka tak heran pria yang telah benar-benar jatuh cinta pada wanita bahu laweyan biasanya akan merelakan pujaan hatinya menikah dengan pria lain dulu dan dia rela mendapat giliran yang ke-8, tujuannya tentu agar dia tidak menjadi korban keganasan setan yang merasuki jiwa wanita pujaannya……..!!!.

Dan bila 7 pria sudah menjadi korban maka disarankan wanita itu harus diruwat sebelum menikah untuk yang ke-8 kalinya, tujuannya adalah untuk membersihkan sisa-sisa energi negatip yang ditinggalkan setan/iblis yang sebelumnya menyusupi dirinya….., dan Insya Allah wanita itu akan menjadi normal dan bisa membina rumah tangga seperti wanita pada umumnya…..!!!.

Mau Bukti………….???
Pria punya selera dan hidup adalah Pilihan Ungkap Cak Arif dengan Rokok Kereteknya yang Nyambung terus ( Bersambung )