Ketahuan Potong Dana PIP SDN 1 Banjarsari, Disdik Nganjuk Mlempem Tidak Berikan Sangsi Oknum Kepala Sekolah

Nganjuk  Berita TKP _Com Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk tidak berikan sangsi terhadap oknum guru SDN 1 Banjarsari yang melakukan pemotongan dana Program Indonesia Pintar ( PIP) priode tahun 2020. Dana yang semestinya diberikan siswa sebesar Rp 175 ribu kali 135 siswa ini dipotong sebesar Rp 50 ribu per siswa.

Dinas pendidikan (Disdik) melalui Kasi kesiswaan Lien Djais Sp d, MM. mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut. “Kami akan tindaklanjuti pengaduan ini dan saya akan terjun langsung ke lapangan untuk kroscek data,” ujarnya, Selasa (22/9/2020) saat didatangi tim berita TKP dikantornya

Informasi yang digali dilapangan, Pada hari Rabu (23/9/2020) pihak Disdik Nganjuk melalui sekretarisnya Soni lakukan sidak ke sekolah tersebut.
Info yang kami dapatkan dilapangan pada saat itu dana potongan langsung dikembalikan pada siswa yang bersangkutan. Berdasarkan pantauan kami, uang bantuan tersebut hanya dikembalikan pada beberapa siswa saja selebihnya hingga berita ini ditulis beberapa siswa belum mendapatkan haknya.

Saat dikonfirmasi kembali pihak Disdik via whatsapp, Soni mengatakan, tidak memberi sangsi pada oknum guru SDN Banjarsari satu dikarenakan sudah beritikad baik dengan menggembalikan pemotongan PIP tersebut.

“ini kan sudah dikembalikan dan sudah tidak ada dari saksi yang pasti kami berikan sanksi seobjektif mungkin,” kata Soni, Jumat (2/10/2020).

Soni menjelaskan, permasalahan yang ada di SDN 1 Banjarsari tersebut sudah melalui pendalaman di Dinas Pendidikan. Pihaknya sudah melakukan penyelidikan itu juga karena terkait dengan potongan dana PIP, “jelasnya

“Sebagai pembinaan karena di sektor pendidikan. Harusnya diberi contoh yang terbaik. Ini shock therapy yang harus diambil biar tidak diulangi,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, tindakan-tindakan tersebut juga tidak terlepas dari pengaduan-pengaduan yang dilakukan oleh masyarakat. Apalagi target zero Pengaduan mulai dicanangkan Dinas Pendidikan untuk memiminimalisir itu mengingat Deklarasi Sekolah Bersih, Aman, dan Anti Korupsi. (Kusno)