Dua Petak Tanah Di Rampas Paman, Ahli Waris Akan Lapor Ke Pihak Berwajib

Bangkalan Berita TKP_Com  Kembali terjadi sengketa tanah tepatnya di Desa Batah Timur, Kecamatan kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Menurut keterangan ahli waris, tanah tersebut di ambil paksa oleh saudaranya sendiri. Tanah yang diambil berupa tanah pekarangan dan tanah persawahan. Dua petak tanah tersebut atas nama MUZEI warga Dusun Duko, Desa Batah Timur. Sungguh tega,,,yang ngambil paksa tanah tersebut ternyata saudaranya sendiri yaitu paman dari ahli waris.

Tanah tersebut sudah bersertifikat resmi. Harusnya pemilik sah dan yang menguasai penuh 2 tanah tersebut adalah ahli waris atau anak dari pemilik tanah, tapi tanah diambil paksa oleh pamannya sendiri tanpa berunding dan persetujuan dari pihak ahli waris.
Berdasarkan informasi yang sudah kita terima, tanah tersebut sudah dijual ke pihak lain yang juga masih saudara, itupun tanpa sepengetahuan dan persetujuan ahli waris.

tanah yang diambil paksa berupa tanah persawahan yang terletak di Dusun Nagpenang, Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar Bangkalan. Salah satu ahli waris atas nama Sulami saat dimintai keterangan oleh awak media berita TKP mengatakan bahwa, ” Tanah tersebut diambil secara paksa oleh paman saya setelah ibu saya atas nama Muzei meninggal dunia, saya tidak segan-segan akan segera melaporkan kejadian ini ke penegak hukum guna untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya,” kata Sulami dengan wajah sedih.

Selain Sulami, saudara-saudara yang lain juga akan melaporkan kepihak kepolisian guna untuk diporoses secara hukum. Mereka ikut melaporkan karena Sulami merasa keberatan dengan saudara-saudaranya yang lain lantaran dipaksa pamannya sendiri untuk menandatangi Akte Jual Beli Tanah pekarangan tersebut.

Dari kejadian ini, semoga pihak berwajib merespon laporan dari masyarakat yang sudah dirugikan meskipun yang dilaporkan pamannya sendiri.

Media berita TKP akan selalu mengikuti perkembangan dari permasalahan ini sampai kasusnya selesai…( Bersambung )…
(S/A)